Uji Karbohidrat : Jenis, Reaksi

Uji Karbohidrat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya karbohidrat dalam sebuah sampel. Untuk melakukan uji karbohidrat ini harus dilakukan dalam laboratorium yang tentu saja memerlukan suatu reagen tertentu sehingga dari hasil reaksi akan memberikan suatu indikasi warna atau perubahan tertentu.

Penggolongan Karbohidrat

Karbohidrat dibagi menjadi 3 golongan yaitu :

  1. Monosakarida : karbohidrat yang paling serderhana yang berupa polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton atau karbohidrat yang tidak bisa dihidrolisis.
    • Contoh : gliseraldehid, eritrosa, triosa, ribosa, arabinosa, xilosa, liksosa, allosa, altrosa, glukosa, mannosa, galaktosa.
  2. Disakarida : Karbohidrat yang apabila dihidrolisis menghasilkan 2 monosakarida.
    • Contoh : Sukrosa, laktosa, maltosa, sellebiosa.
  3. Polisakarida : karbohidrat yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan beberapa monosakarida.
    • Contoh : amilum, sellulosa, glikogen, kitin.

Jenis Uji Karbohidrat

Uji Molisch

  • Tujuan : Untuk mengetahui ada tidaknya karbohidrat.
  • Reagen yang digunakan : larutan 5 % α-naftol dalam etanol (Reagen Molisch).
  • Cara kerja : 5 mL sampel yang mengandung karbohidrat ditambahkan 6 tetes reagen Molisch kemudian ditambahkan larutan H2SO4 sedikit demi sedikit.
  • Reaksi Uji Molish : Karbohidrat yang berupa polisakarida atau disakarida akan terhidrolisis oleh H2SO4 menghasilkan monosakarida. H2SO4 akan bereaksi lagi dengan monosakarida menghasilkan senyawa furfural atau turunan furfural. Kemudian senyawa furfural tersebut akan bereaksi dengan α-naftol menghasilkan produk kompleks yang berwarna ungu.
Reaksi Uji Molish
Reaksi Uji Molish
  • Uji positif : terbentuk lapisan berwarna ungu yang berada diantara kedua lapisan cairan.
Uji Molish Karbohidrat

Baca Juga : Senyawa Benzena dan Turunannya

Uji Iodin

  • Tujuan : Mengidentifikasi beberapa jenis polisakarida.
  • Pereaksi yang digunakan : I2 (iodin) yang dilarutkan dalam larutan KI (kalium iodida), reaksinya : I2 + KI ↔ I3 + K+
  • Cara kerja : 5 mL sampel yang mengandung polisakarida di tambahkan dengan 2 tetes larutan iodin.
  • Reaksi Uji Iodin : Amilum + I3 ↔ amilum-iodin kompleks.
Reaksi Uji Iodin
  • Uji positif :
    • Amilum : memberikan warna biru-ungu.
    • Dekstrin : memberikan warna merah anggur.
    • Glikogen : memberikan warna coklat merah.
    • Sellulosa : memberikan warna coklat.
Uji Iodin Karbohidrat

Uji Benedict

  • Tujuan : Mengidentifikasi gula pereduksi yang mengandung gugus aldehida atau keton. Uji Benedict ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi glukosa dalam urine.
  • Pereaksi yang digunakan : 17,3 gram CuSO4.5H2O / tembaga (II) sulfat + 173 gram Na3C6H5O7 (natrium sitrat) + 100 gram Na2CO3 (natrium karbonat) yang dilarutkan dalam air sampai volumenya 1000 mL (Reagen Benedict).
  • Cara kerja : 8 tetes sampel yang mengandung gula pereduksi ditambahkan 5 mL reagen Benedict kemudian tabung reaksi dicelupkan dalam air mendidih selama kurang lebih 2 menit, nanti akan terjadi perubahan warna dari biru menjadi merah bata.
  • Reaksi Uji Benedict : Pada suhu panas gula pereduksi bereaksi dengan alkali menjadi enediol (suatu reduktor yang relatif kuat). Reduktor ini akan mereduksi ion Cu2+ dalam reagen Benedict menjadi ion Cu+. Ion Cu+ ini akan bereaksi dengan oksigen membentuk endapan Cu2O yang berwarna merah bata.
Reaksi Uji Benedict
  • Uji positif : terbentuk endapan merah bata (Cu2O).
Uji Benedict Karbohidrat

Uji Seliwanoff

  • Tujuan : digunakan untuk membedakan karbohidrat yang mengandung gugus aldehid (aldosa) atau gugus keton (ketosa). Sering disebut test Fruktosa.
    • Jika mengandung ketosa maka reaksinya akan cepat dan menghasilkan warna merah ceri.
    • Jika mengandung aldosa maka reaksinya lebih lambat dan menghasilkan warna ungu.
  • Pereaksi yang digunakan : 0,15 gram resorsinol atau 1,3-dihidroksi benzena (C6H6O2) ditambahkan 34 mL HCL encer dan 68 mL air (Reagen Seliwanoff).
  • Cara kerja : 10 tetes sampel yang mengandung gula ketosa ditambahkan dengan 5 mL reagen seliwanoff dan dididihkan selama 30 detik.
  • Reaksi Uji Seliwanoff : Ketoheksosa bereaksi dengan HCl mengalami dehidrasi menghasilkan 5-hidroksi metil furfural. Kemudian senyawa ini bereaksi kondensasi dengan resersinol menghasilkan Xanthenoid dengan warna merah muda.
Reaksi Uji Seliwanoff
  • Uji positif : terbentuk warna merah muda apabila mengandung gula ketosa.
Uji Seliwanoff Karbohidrat

Uji Barfoed

  • Tujuan : untuk mengidentifikasi monosakarida.
  • Pereaksi yang digunakan : 0,33 M larutan Cu(CH3COO)2 dalam 1% larutan CH3COOH (Reagen Barfoed)
  • Cara Kerja : 1 mL larutan sampel dimasukkan dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 3 ml reagen Barfoed kemudian dipanaskan dalam air mendidih selama dua menit dan dibiarkan dingin.
  • Reaksi Uji Barfoed : adalah reduksi Cu(CH3COO)2 menjadi endapan merah bata Cu2O, dimana biloks Cu2+ berubah menjadi Cu+. Disakarida juga dapat bereaksi, tetapi reaksinya jauh lebih lambat karena disakarida harus mengalami hidrolisis terlebih dahulu dan kemudian bereaksi dengan Cu(CH3COO)2 menjadi endapan merah bata (Cu2O).
Reaksi Uji Barfoed
  • Uji positif : terbentuk endapan merah bata apabila mengandung monosakarida.
Uji Barfoed Karbohidrat

Baca Juga : Reaksi Substitusi Benzena

Uji Osazone

  • Tujuan : untuk mendeteksi gula pereduksi. Tes ini juga sering disebut dengan tes fenil didrazin.
  • Pereaksi yang digunakan : 0,1 gram CH3COONa dan 0,5 gram fenil hidrazin (Reagen Osazone)
  • Cara Kerja : 5 ml sampel ditambahkan 0,3 gram reagen osazone dan lima tetes asam asetat ke dalam tabung reaksi. Kemudian dipanaskan sampai semua campuran larut semua, kemudian didinginkan dan amati perubahan yang terjadi.
  • Reaksi Uji Osazone : Karbohidrat yang memiliki gugus karbonil bereaksi dengan fenilhidrazin untuk membentuk osazon. Reaksi kondensasi-oksidasi-kondensasi antara tiga molekul fenilhidrazin dan karbon satu dan dua aldosis dan ketosa menghasilkan 1, 2-difenhidrazon, yang dikenal sebagai osazon.
Reaksi Uji Osazon
  • Uji positif : terbentuk endapan kristal berwarna kuning (Osazon)
    • Fruktosa berbentuk jarum (pemanasan 2 menit)
    • Glukosa berbentuk jarum (pemanasan 5 menit)
    • Galactose berbentuk bola berduri (pemanasan 20 menit)
    • Maltosa berbentuk bunga matahari atau bintang (pemanasan 30 s/d 45 menit)
    • Laktosa berbentuk kapas atau bedak (pemanasan 30 s/d 45 menit)

Uji Fehling

  • Tujuan : untuk mendeteksi gula pereduksi.
  • Pereaksi yang digunakan : Reagen Fehling terdiri dari dua larutan, yaitu larutan Fehling A dan larutan B. Larutan Fehling A adalah larutan CuSO4 atau tembaga (II) sulfat dan larutan Fehling B adalah KNaC4H4O6·4H2O atau natrium kalium tartarat (garam Rochelle). Kedua larutan ini dicampur dalam jumlah yang sama sebelum dilakukan test uji.
  • Cara Kerja : 1 mL sampel dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 1 mL reagen Fehling (A dan B), kemudian masukkan dalam wadah yang berisi air mendidih dan amati perubahan yang terjadi.
  • Reaksi Uji Fehling : Gugus aldehid pada karbohidrat di oksidasi oleh ion tembaga (II) membentuk senyawa asam, sedangkan ion tembaga (II) tereduksi membentuk endapan Cu2O yang berwarna merah bata.
Reaksi Uji Fehling
  • Uji positif :
    • jika terdapat endapan berwarna coklat kemerahan maka mengandung glukosa, fruktosa, laktosa.
    • jika tidak terdapat endapan merah maka mengandung sukrosa, pati.

Uji CoCl2

  • Tujuan : untuk identifikasi glukosa dan fruktosa
  • Pereaksi yang digunakan : larutan CoCl2
  • Cara kerja : 3 mL larutan sampel ditambah dengan 2 ml larutan CoCl2 dipanaskan diatas air mendidih kemudian didinginkan. Setelah itu ditambahkan sedikit demi sedikit larutan 4% NaOH.
  • Uji Positif :
    • jika terbentuk warna hijau-biru berarti mengandung glukosa
    • jika terbentuk warna ungu berarti mengandung fruktosa
    • Jika terbentuk 2 lapisan, dimana lapisan atas berwarna hijau-biru dan lapisan bawah berwarna ungu maka mengandung glukosa dan fruktosa.

Uji Tollens Phloroglusinol

  • Tujuan : untuk identifikasi pentosa.
  • Pereaksi yang digunakan : 10 mL HCl pekat + larutan phloroglusinol 0,5% (Reagen Tollens)
  • Cara Kerja : Kedalam 2 mL larutan sampel ditambahkan 2 mL reagen Tollens kemudian dididihkan diatas api. Biarkan dingin pada suhu kamar dan lakukan pengamatan.
  • Reaksi Tollens Phloroglusinol : Senyawa furfural yang dibentuk oleh pentosa yang memiliki gugus keto juga membentuk senyawa berwarna merah yang mirip dengan kloroglusinol.
  • Uji Positif :
    • Jika terbentuk endapan berwarna coklat menunjukkan adanya pentosa.
    • Dengan tes ini laktosa juga memberikan menunjukkan hasil positif karena dihidrolisis oleh asam untuk menghasilkan glukosa dan galaktosa. Untuk membedakan keduanya, lakukan pengujian Barfoed.

Baca Juga : Hidrolisis Garam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *