Tata Nama Hidrokarbon : Alkana, Alkena, Alkuna

Tata Nama Hidrokarbon : Alkana, Alkena, Alkuna – Untuk memberikan nama hidrokarbon maka harus mengikuti aturan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) agar ada kesamaan sistem pemberian nama senyawa kimia di seluruh dunia. Dibawah ini adalah tata nama hidrokarbon untuk alkana, alkena dan alkuna.

Tata Nama Hidrokarbon Alkana

Alkana adalah senyawa hidrokarbon alifatik jenuh yang memiliki rumus umum CnH2n+2.

  • Yang perlu diperhatikan dalam alkana adalah dalam rantai atom karbonnya semuanya berikatan tunggal atau jenuh (C–C) dan memiliki rantai atom karbon terbuka.

Contoh : butana (C4H10)

struktur butana - C4H10

Dari gambar diatas terlihat bahwa dalam senyawa butana :

  • Memiliki 4 atom C, maka atom H-nya ada 10 (sesuai rumus umum alkana : CnH2n+2), sehingga rumus molekulnya adalah C4H10.
  • Memiliki nama IUPAC : butana, atau sering ditulis n-butana (n = normal/rantai lurus).
  • Setiap rantai atom C semuanya berikatan tunggal.
  • Dalam rumus struktur, setiap atom C selalu memiliki 4 tangan ikat.
  • Rumus skeletal butana hanya berupa garis dan sudut (atom C dan atom H tidak ditampilkan), dimana setiap ujung dan sudut merupakan 1 atom C. 

Urutan penamaan alkana adalah :

Nama cabang – Rantai Utama – Akhiran -ana

Rantai Utama

Rantai utama adalah rantai atom karbon yang paling panjang dalam senyawa hidrokarbon.

Deret Homolog

Deret homolog adalah suatu deret yang memiliki perbedaan gugus (–CH2–) antar suku-suku yang berurutan.

Gambar dibawah ini adalah deret homolog alkana dari C = 1 sampai dengan C = 20,

deret homolog alkana

Contoh Deret Homolog  

C2H6 (etana) dan CH4 (metana) memiliki perbedaan –CH2–, artinya metana dan etana berada dalam satu deret homolog.

Ciri-Ciri Deret Homolog

  • Setiap suku/anggota dalam deret homolog memiliki sifat kimia yang sama. 
  • Antar dua suku berurutan memiliki perbedaan massa molekul relatif atau Mr sebesar 14.
  • Dari atas ke bawah rantainya semakin panjang, sehingga titik didihnya meningkat.
  • Semua suku dalam deret homolog memiliki rumus molekul yang sama.

Cabang atau Alkil

Cabang atau alkil adalah gugus karbon yang tidak menjadi rantai utama, diturunkan dari nama alkana dimana nama -ana diganti menjadi -il dan memiliki rumus umum -CnH2n+1.

nama alkil atau cabang

Aturan Tata Nama Alkana

  • Cari rantai atom C terpanjang sebagai rantai utama, atom C yang tidak menjadi rantai utama dinamakan cabang.
rantai hidrokarbon alkana
  • Apabila terdapat 2 atau lebih rantai atom C terpanjang, maka pilih rantai C yang memiliki cabang terbanyak.
rantai atom karbon yang benar
  • Beri nomor rantai utama dari sisi yang terdekat dengan cabang.
nomor rantai hidrokarbon yang benar
  • Jika terdapat beberapa cabang yang sama maka penamaanya memakai awalan di=2, tri=3, tetra=4, penta=5, heksa=6 dan seterusnya, kalau nama cabangnya berbeda maka urutan penulisannya disesuaikan sesuai huruf abjad (alfabetis).
  • Apabila letak cabang yang terdekat dari kedua sisi sama, maka penomoran dimulai dari :
  1. Cabang yang urutan abjadnya lebih duluan (misalnya : etil ditulis terlebih dahulu dibanding metil).
  2. Cabang yang jumlahnya lebih banyak (misalnya : penomoran dimulai dari sisi yang memiliki 2 cabang terlebih dahulu dibanding yang hanya memiliki 1 cabang).
tata nama alkana yang benar

Baca Juga : Senyawa Hidrokarbon : Pengertian, Identifikasi, Klasifikasi

Tata Nama Hidrokarbon Alkena

Alkena adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 2 (C=C) dan memiliki rumus umum CnH2n.
Contoh : 1-butena (C4H8)

struktur butena


Dari gambar diatas terlihat bahwa dalam senyawa 1-butena :

  • Memiliki 4 atom C, maka atom H-nya ada 8 (sesuai rumus umum alkena : CnH2n), sehingga rumus molekulnya adalah C4H8.
  • Memiliki nama IUPAC : 1-butena, 1-ena menunjukkan ikatan rangkap C=C diposisi nomor 1 dalam rantai utama.
  • Dalam rantai atom C terdapat 1 ikatan rangkap 2 (C=C), kalau ikatan C=C ada 2 namanya alkadiena, kalau ikatan C=C ada 3 namanya alkatriena dan seterusnya. 
  • Setiap atom C selalu memiliki 4 tangan ikat.

Urutan penamaan alkena adalah :

Nama cabang – Rantai Utama – Akhiran -ena

Aturan Tata Nama Alkena

  • Cari rantai atom C terpanjang sebagai rantai utama yang didalamnya terdapat ikatan rangkap C=C, atom C yang tidak menjadi rantai utama dinamakan cabang.
  • Untuk penamaan rantai utama penamaannya seperti alkana tetapi akhiran -ana diganti -ena.
  • Penomeran rantai utama dari sisi yang terdekat dengan ikatan C=C, bukan dari cabang terdekat.
  • Aturan lain sama dengan tata nama pada alkana.
tata nama alkena

Baca Juga : Reaksi Hidrokarbon : Alkana, Alkena, Alkuna

Tata Nama Hidrokarbon Alkuna

Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 3 (-C≡C-) dan memiliki rumus umum CnH2n-2.
Contoh : 1-butuna (C4H6)

struktur butuna - C4H6


Dari gambar diatas terlihat bahwa dalam senyawa 1-butuna :

  • Memiliki 4 atom C, maka atom H-nya ada 6 (sesuai rumus umum alkana : CnH2n-2), sehingga rumus molekulnya adalah C4H6.
  • Memiliki nama IUPAC : 1-butuna, 1-una menunjukkan ikatan rangkap (-C≡C-) diposisi nomor 1 dalam rantai utama.
  • Dalam rantai atom C terdapat 1 ikatan rangkap 3 (-C≡C-), kalau ikatan (-C≡C-) ada 2 namanya alkadiuna, kalau ikatan (-C≡C-) ada 3 namanya alkatriuna dan seterusnya.
  • Setiap atom C selalu memiliki 4 tangan ikat

Urutan penamaan alkuna adalah :

Nama cabang – Rantai Utama – Akhiran -una

Aturan Tata Nama Alkuna

  • Cari rantai atom C terpanjang sebagai rantai utama yang didalamnya terdapat ikatan rangkap 3 (-C≡C-), atom C yang tidak menjadi rantai utama dinamakan cabang.
  • Untuk penamaan rantai utama penamaannya seperti alkana tetapi akhiran -ana diganti -una.
  • Penomeran rantai utama dari sisi yang terdekat dengan ikatan (-C≡C-).
  • Aturan lain sama dengan tata nama pada alkana.
tata nama alkuna - C4H6

Baca juga : Isomer Alkana, Alkena, Alkuna : Pengertian, Jenis, Jumlah dan Namanya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *