Sifat Asam dan Basa : Apakah Perbedaannya?

Kimia-science7 pada kesempatan kali ini kita akan fokus membahas sifat asam dan basa yang terkandung dalam suatu senyawa. Cuka, apel, anggur, dan jeruk adalah contoh senyawa asam sedangkan produk-produk pembersih peralatan rumah tangga adalah contoh senyawa basa. Sekarang kita akan melihat perbedaan sifat asam dan basa tersebut.

Sifat Asam dan Basa

Senyawa asam atau basa memiliki sifat atau karakteristik tertentu yang dapat kita amati, untuk lebih memahaminya lihat penjelasan di bawah ini.

Sifat Asam

  1. Memiliki rasa asam
    • Senyawa asam hampir semuanya memiliki rasa asam, contohnya apabila mencicipi jeruk nipis maka rasanya asam. Ini menunjukkan bahwa jeruk nipis tadi bersifat asam.
  2. Memiliki pH < 7
    • Zat asam kalau dihitung pH nya menggunakan indikator asam basa suatu maka pH nya menunjukkan kurang dari 7. Semakin kuat suatu asam maka pH nya akan mendekati 0 dalam trayek pH.
  3. Dapat melepaskan ion H+ dalam air
    • Konsep ini merupakan konsep yang sesuai dengan teori asam basa Arrhenius dimana asam adalah zat yang melepaskan ion H+ dalam larutan.
  4. Dapat menghantarkan listrik dalam larutannya
    • Dalam percobaan larutan elektrolit dan non elektrolit, larutan asam akan menghantarkan arus listrik dikarenakan adanya ion-ion yang bergerak bebas dalam larutan. Hal ini ditunjukkan adanya gelembung gas dan nyala lampu. Semakin asam suatu zat maka gelembung gas semakin banyak dan nyala lampu akan semakin terang, asam kuat memiliki daya hantar listrik yang lebih baik dibandingkan asam lemah dikarenakan derajat ionisasi asam kuat lebih besar dibandingkan asam lemah.
  5. Bersifat korosif
    • Korosif disini mengandung pengertian merusak benda lain, contohnya asam sulfat (H2SO4) apabila terkena kulit mengakibatkan seperti luka bakar.
  6. Mudah larut dalam air
    • Asam merupakan senyawa polar, makanya larut dalam air. Prinsipnya adalah “like dissolves like” yaitu senyawa polar akan larut dalam senyawa polar, sedangkan senyawa non polar akan larut dalam senyawa non polar.
  7. Mengubah kertas lakmus biru menjadi merah
    • Kertas lakmus memiliki trayek pH antara 5,8 – 8,0. pH dibawah 5,8 warna indikator akan menunjukkan warna merah, pH diatas 8,0 menujukkan warna biru, sedangkan pH diantara 5,8 – 8,0 akan berubah-ubah (warna kombinasi). Semakin mendekati 5,8 warna akan semakin merah, semakin mendekati 8,0 warna akan semakin biru.
    • Larutan asam juga akan mengubah warna indikator lain, misalnya :
      • Bromtimol biru : mengubah warna biru menjadi kuning
      • Fenolftalein : mengubah warna merah menjadi tak berwarna
      • Metil orange : mengubah warna kuning menjadi merah
  8. Bereaksi dengan basa menghasilkan garam dan air
    • Reaksi diatas disebut dengan reaksi netralisasi, mol ion H+ yang berasal dari asam akan tepat habis bereaksi dengan mol OH. Reaksi ini dapat diidentifikasi dengan percobaan titrasi.
  9. Bereaksi dengan logam menghasilkan garam dan gas hidrogen
    • Contohnya adalah logam Natrium bereaksi dengan HCl menghasilkan natrium klorida dan gas hidrogen.

Baca juga : Teori Asam Basa Arrhenius Bronsted Lowry dan Lewis

Sifat Basa

  1. Memiliki rasa pahit
    • Kalau kita mencicipi basa maka rasanya akan pahit, seperti kita mencicipi sabun. Tetapi hal ini tidak boleh kita lakukan pada senyawa yang lain dikarenakan senyawa kimia ada yang beracun. Makanya kita memerlukan suatu indikator untuk membedakan senyawa itu asam atau basa.
  2. Memiliki pH > 7
    • Berbeda dengan asam yang memiliki pH < 7, maka senyawa basa memiliki pH > 7. Semakin kuat basa maka pH nya akan mendekati 14.
  3. Dapat melepaskan ion OH dalam air
    • Senyawa yang dapat melepaskan ion OH dalam air maka senyawa tersebut tergolong basa sesuai teori dari asam basa Arrhenius.
  4. Dapat menghantarkan listrik dalam larutannya
    • Baik asam atau basa dapat menghantarkan listrik dalam larutannya karena dapat terionisasi dalam air. Basa kuat memiliki daya hantar listrik yang lebih baik dibandingkan basa lemah.
  5. Bersifat licin
    • Sabun adalah contoh sederhana dari basa, air sabun apabila kita pegang akan terasa licin.
  6. Tidak semua larut dalam air
    • Berbeda dengan suatu asam, maka senyawa basa ada yang larut dalam air (basa kuat) ada yang sukar larut dalam air (basa lemah), Contohnya NaOH apabila kita larutkan dalam air maka akan larut, tetapi Al(OH)3 apabila kita larutkan tidak larut sempurna.
  7. Mengubah kertas lakmus merah menjadi menjadi biru
    • Selain mengubah warna kertas lakmus diatas, larutan basa juga akan mengubah warna indikator lain :
      • Warna kuning menjadi biru dengan bromtimol biru.
      • Dari tak berwarna menjadi merah dengan fenolftalein.
      • Warna merah menjadi kuning dengan metil orange.
  8. Bereaksi dengan asam menghasilkan garam dan air
    • Seperti halnya dengan reaksi asam, maka basa juga dapat melakukan reaksi netralisasi dengan asam.
sifat asam dan basa
Sifat Asam dan Basa

Contoh Senyawa Asam dan Basa

Banyak sekali contoh senyawa asam dan basa yang ada dalam kehidupan sehari-hari, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya :

Senyawa Asam

  • Asam cuka, buah tomat (mengandung CH3COOH/asam asetat).
  • Buah-buahan yang masam seperti jeruk, jeruk lemon (mengandung C6H8O7/asam sitrat).
  • Yogurt, susu (mengandung C3H6O3/asam laktat).
  • Buah Anggur (mengandung C4H6O6/asam tartarat).
  • Orange juice (mengandung C6H8O6/asam askorbat).
  • Buah apel (mengandung C19H19N7O6/asam folat).
  • Minuman berkarbonasi seperti sprite, coca-cola fanta (mengandung H2CO3/asam karbonat).
  • Asam lambung, pembersih karat pada logam (mengandung HCl/asam klorida).
  • Bahan pupuk, bahan peledak (mengandung HNO3/asam nitrat).
  • Air aki (mengandung H2SO4/asam sulfat).
  • Bisa semut atau serangga (mengandung HCOOH/asam formiat).

Senyawa Basa

  • Obat sakit maag (mengandung MgO/magnesium oksida, apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan Mg(OH)2/magnesium hidroksida).
  • Sabun, deterjen (mengandung NaOH/natrium hidroksida sering disebut soda kaustik).
  • Bahan dasar pupuk, pelarut lemak (mengandung NH3/amonia).
  • Bahan pembuatan semen (mengandung CaO/kalsium oksida).
  • Air kapur (mengandung kalsium hidroksida).

Uraian diatas menjelaskan sifat asam dan basa yang sering kita jumpai dalam kehidupan, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Baca Juga : Menghitung pH Asam Basa

Tinggalkan komentar