Senyawa Benzena dan Turunannya


Senyawa benzena dan turunannya merupakan senyawa yang unik dan memiliki keistimewaan tertentu kalau dibandingkan dengan senyawa siklik yang lain. Mengapa demikian? karena ikatan-ikatan rangkap yang terdapat pada cincin benzena dapat berpindah-pindah tempat atau beresonansi. Untuk lebih memahami tentang struktur, sifat, reaksi, tatanama, kegunaan benzena simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Senyawa Benzena dan Turunannya

Benzena adalah senyawa hidrokarbon aromatik yang memiliki rumus molekul C6H6. Dimana 6 atom karbon tersebut membentuk rantai atom karbon tertutup (siklik) yang didalamnya ada ada ikatan kovalen rangkap dan ikatan kovalen tunggal dengan posisi selang-seling, sedangkan setiap atom H terikat pada setiap atom C.

Senyawa turunan benzena adalah senyawa benzena yang mengandung suatu gugus fungsi tertentu. Contoh : toluena, fenol, anilina, stirena, kloro benzena dan sebagainya.

Struktur Benzena

Untuk mengetahui struktur benzena kita akan membandingkan antara C6H14 (heksana), C6H12 (heksena) dan C6H6 (benzena).

  • Struktur C6H14 : CH3–CH2–CH2–CH2–CH2–CH3
  • Struktur C6H12 : CH2=CH–CH2–CH2–CH2–CH3
  • Struktur C6H6 : bentuknya bagaimana?

Kalau kita bandingkan jumlah atom C dan H dalam senyawa hidrokarbon tersebut dengan C6H6, maka dalam senyawa C6H6 tersebut akan memiliki beberapa ikatan rangkap, lalu bagaimana bentuknya benzena ya?

Struktur Kekule Benzena

August Kekule adalah orang pertama yang mengemukakan bentuk benzena pada tahun 1872 seperti gambar di bawah ini.

struktur benzena
struktur kekule benzena

Benzena merupakan cincin yang terbentuk dari 6 atom karbon dan memiliki rangka 2 dan tunggal selang-seling dan terletak dalam satu bidang datar (planar). Menurut Kekule ikatan rangkap tersebut selalu bergeser dengan cepat ke depan atau ke belakang atau yang disebut dengan resonansi. Akibat resonansi maka panjang ikatan C dan C dalam benzena sama panjang yaitu sebasar 140 pm, jadi tidak ada lagi ikatan C–C atau ikatan C=C.

  • Kekule mereaksikan benzena dengan larutan Br2 yang katalisnya FeCl3 hanya menghasilkan satu produk yaitu bromo benzena (C6H5Br).
    • C6H6 + Br2 → C6H5Br + HBr
  • Kekule mereaksikan bromo benzena dengan larutan Br2 yang katalisnya juga FeCl3 menghasilkan 3 produk yaitu orto dibromo benzena, meta dibromo benzena dan para dibromo benzena (C6H4Br2)
    • C6H5Br + Br2 → C6H4Br2 + HBr

Hibridisasi Benzena

Pada tahun 1930-an Linus pauling menjelaskan konsep hibridisasi orbital atom dan resonansi dalam senyawa benzena.

hibridisasi benzena
hibridisasi benzena
  • Setiap atom karbon dalam benzena memiliki hibridisasi sp2 sedangkan setiap atom hidrogen memiliki hibridisasi s.
  • Antara atom C dengan atom C hibridisasinya adalah sp2–sp2, sedangkan antara atom C dan H hibridisasinya adalah sp2–1s.
  • Sudut yang terbentuk antara C–C–C dan H–C–C adalah 120°.

Resonansi Benzena

Kedudukan semua atom C dan H dalam benzena adalah ekuivalen (memiliki kedudukan yang sama), dan letak ikatan rangkap dalam cincin benzena dapat berpindah-pindah, peristiwa semacam ini disebut dengan resonansi. Dalam resonansi benzena, kekule menggambarkan benzena dengan susunan atom-atom yang sama tetapi susunan elektronnya berbeda.

resonansi benzena
resonansi benzena

Untuk menyederhanakannya Kekule menggambarkannya dengan sebuah segi enam dengan lingkaran yang berada didalamnya.

senyawa benzena dan turunannya

Baca juga : pengertian senyawa hidrokarbon

Sifat Senyawa Benzena

Sifat Fisis Benzena

  1. Berwujud cair, tidak berwarna dan mudah menguap pada suhu kamar.
  2. Memiliki titik didih = 80,1 °C dan titk leleh = 5,5 °C.
  3. Tidak larut dalam H2O (air) tetapi larut dalam alkohol, eter dan kloroform.
  4. Sebagai pelarut yang baik.
  5. Memiliki bau yang khas.
  6. Merupakah senyawa yang beracun (toxic).

Sifat Kimia Benzena

  1. Mudah terbakar dan menghasilkan jelaga yang banyak.
  2. Memiliki ikatan rangkap seperti pada alkena, tetapi lebih stabil.
  3. Tidak dapat melunturkan air brom (larutan Br2) seperti alkena, karena ikatan rangkap pada benzena dapat melakukan resonansi sehingga benzena lebih mudah mengalami reaksi substitusi dibandingkan adisi.

Reaksi Senyawa Benzena

Hampir semua reaksi benzena berlangsung melalui reaksi substitusi, walaupun benzena memiliki ikatan rangkap didalamnya. Spesi yang akan bereaksi dengan benzena adalah spesi yang sangat suka elektron (elektrofil), beberapa reaksi substitusi pada benzena adalah :

Reaksi Substitusi Benzena

1. Halogenasi

Reaksi halogenasi adalah reaksi pergantian atom H pada cincin benzena dengan atom halogen (Cl, Br,). Reaksi halogenasi dapat terjadi ketika benzena direaksikan dengan Cl2 atau Br2 dengan katalis FeCl3 atau FeBr3. Reaksi ini memerlukan bantuan sinar matahari (sinar UV) agar dapat berlangsung, tanpa bantuan sinar matahari molekul Cl2, Br2, I2 yang bersifat molekul non polar tidak dapat berubah menjadi suatu elektrofil (spesi yang menyukai elektron) yang akan memulai reaksi dengan benzena.

Ketika ada sinar matahari dan bantuan katalis FeCl3 maka benzena dapat disubstitusi oleh Cl2 atau Br2.

Contoh reaksi halogenasi :

Benzena + Cl2 menghasilkan kloro benzena (C6H5Cl) dan asam klorida (HCl)

halogenasi benzena

Apabila disubstitusi lebih lanjut akan menghasilkan o-klorobenzena, m-klorobenzena, p-klorobenzena dan akhirnya akan menghasilkan 1,3,5 trikloro benzena.

2. Nitrasi

Reaksi nitrasi adalah reaksi substitusi atom H pada benzena dengan gugus nitro (–NO2). Agar dapat terjadi reaksi seperti ini maka benzena harus direaksikan dengan HNO3 pekat dengan katalis H2SO4 pekat dan dilakukan pada suhu kurang dari 55°C. Produk yang dihasilan dari reaksi nitrasi ini adalah senyawa nitro benzena yang berwarna kuning pucat, ketika suhunya dinaikkan maka produknya juga akan semakin banyak.

Contoh reaksi nitrasi :

Benzena + HNO3 pekat + H2SO4 pekat menghasilkan nito benzena (C6H5–NO2) dan air.

nitrasi benzena

3. Sulfonasi

Reaksi sulfonasi adalah reaksi substitusi atom H pada benzena dengan gugus –SO3H. Dalam reaksi sulfonasi diperlukan katalis gas SO3.

Contoh reaksi sulfonasi :

Benzena + H2SO4 pekat menghasilkan asam benzena sulfonat (C6H5–SO3H) dan air.

sulfonasi benzena

4. Alkilasi

Reaksi alkilasi adalah reaksi substitusi atom H pada benzena dengan suatu alkil (R–Cl atau R–Br), reaksi ini sering disebut dengan reaksi Alkilasi Friedel-Crafts.

Contoh reaksi Alkilasi :

Reaksi antara benzena dengan CH3Cl (kloro metana atau metil klorida) dengan bantuan katalis AlCl3 dengan cara dipanaskan. Produk reaksi ini adalah C6H5–CH3 (metil benzena) yang ditunjukkan pada reaksi di bawah ini.

alkilasi benzena

5. Asilasi

Reaksi asilasi adalah reaksi substitusi atom H pada benzena dengan gugus asil (–CO–R), disebut juga reakasi Asilasi Friedel Crafts. Dalam reaksi ini menggunakan katalis alumunium klorida (AlCl3).

Contoh reaksi Asilasi :

Benzena + propionil klorida (CH3–CH2–CO–Cl) menghasilkan etil fenil keton (CH3–CH2–CO–C6H5) dan asam klorida (HCl).

asilasi benzena

Walaupun reaksi utama benzena adalah reaksi substitusi, tetapi bukan berarti benzena tidak dapat mengalami reaksi adisi dan oksidasi. Reaksi tersebut dapat berlangsung kalau dilakukan pada suhu (T) dan tekanan (P) tertentu. Berikut reaksi adisi dan oksidasi pada benzena.

Reaksi Adisi Benzena

1. Hidrogenasi benzena

Benzena dapat mengalami reaksi adisi dengan gas hidrogen menghasilkan senyawa sikloheksana. Reaksi ini harus dilakukan pada suhu yang tinggi dengan katalis Ni atau Pt dan dalam larutan asam.

reaksi hidrogenasi benzena

2. Halogenasi Benzena

Benzena dapat diadisi oleh Cl2, Br2 (halogen) dengan bantuan katalis sinar matahari menghasilkan heksa kloro sikloheksana (C6H6Cl6) atau heksa bromo sikloheksana (C6H6Br6). Karena heksa kloro sikloheksana memiliki 9 jenis isomer maka senyawa ini sering disebut dengan “gamma heksa kloro sikloheksana” atau “gammexane” atau “666” yaitu sutu insektisida.

reaksi halogenasi benzena

Reaksi Ozonisasi Benzena

Apabila benzena diozonolisis kemudian dihidrolisis maka akan dihasilkan 3 molekul glyozal.

Reaksi Oksidasi Benzena

1. Reaksi Pembakaran Benzena

Reaksi pembakaran sempurna benzena oleh oksigen akan menghasilkan gas CO2 dan H2O.

Reaksinya : 2 C6H6 + 15 O2 → 12 CO2 + 6 H2O

2. Reaksi Dengan Oksidator

Benzena tidak dapat bereaksi dengan larutan KMnO4 atau K2Cr2O7 karena oksidator tersebut tidak dapat merusak cincin benzena. Tetapi cincin benzena dapat rusak apabila direaksikan dengan oksidator kuat V2O5 pada suhu 450 °C.

Baca juga : tata nama hidrokarbon

Cara Mendapatkan Benzena

1. Polimerisasi Asetilena

Benzena dapat dibuat dilaboratorium dengan cara mengalirkan gas asetilena (C2H2) pada sebuah pipa besi panas pada suhu 500-600 °C, gas asetilena tersebut kemudian mengalami reaksi polimerisasi siklik menghasilkan benzena. Persamaan reaksinya adalah :
3 C2H2 → C6H6

2. Reduksi Fenol Dengan Zn

Reduksi fenol (C6H5–OH) dengan debu logam seng yang dipanaskan yang akan menghasilkan benzena dan ZnO (seng oksida). Persamaan reaksinya adalah :
C6H5–OH + Zn → C6H6 + ZnO

3. Dekarboksilasi Natrium Benzoat

Benzena dapat diproduksi juga di laboratorium dengan cara mereaksikan natrium benzoat (C6H5COONa) dan NaOH yang diberi katalis CaO, kemudian dipanaskan yang akan menghasilkan produk benzena dan natriun carbonat (Na2CO3). Persamaan reaksinya adalah :
C6H5COONa + NaOH → C6H6 + Na2CO3

4. Hidrolisis Asam Benzena Sulfonat

Asam benzena sulfonat (C6H5SO3H) direaksikan dengan uap air yang sangat panas pada suhu 150-200 °C menghasilkan benzena dan H2SO4 (asam sulfat). Persamaan reaksinya adalah :
C6H5SO3H + H2O → C6H6 + H2SO4

5. Destilasi Ter Batubara

Benzena dapat dibuat dari destilasi bertingkat ter batu bara.

6. Destilasi Kering Kalsium Benzoat dan Kalsium Hidroksida

Dengan memanaskan campuran Ca(CH3COO)2 (kalsium benzoat) dengan Ca(OH)2 akan dihasilkan benzena dan kalsium karbonat. Persamaan reaksinya adalah :
(C6H5COO)2Ca + Ca(OH)2 → 2 C6H6 + CaCO3

Tata Nama Senyawa Benzena dan Turunannya

Tata Nama Benzena Monosubstitusi

Tata nama ini dipakai kalau satu atom hidrogen pada benzena disubstitusi oleh gugus fungsi menghasilkan satu macam produk saja. Dalam tata nama benzena menurut aturan IUPAC, rantai atom karbon yang membentuk rantai cincin benzena merupakan rantai induk seperti halnya rantai utama pada senyawa alkana. Sedangkan gugus halogen (–X), gugus alkil (–R) atau gugus nitro (–NO2) yang terikat pada benzena dalam penamaannya dipakai sebagai awalan dalam senyawa tersebut. Perhatikan beberapa contoh berikut :

monosubstitusi benzena

Tetapi ada juga nama senyawa turunan benzena lebih dikenal sebagai nama trivialnya dibandingkan dengan nama IUPAC-nya, Di bawah ini beberapa nama turunan benzena dan trivialnya.
Gambar

Catatan :

  • Benzena yang kehilangan satu atom H disebut sebagai fenil atau aril
  • Toluena dimana gugus CH3 nya kehilangan satu atom H disebut sebagai benzil
  • Toluena dimana gugus CH3 nya kehilangan dua atom H disebut sebagai benzal
  • Toluena dimana gugus CH3 nya kehilangan tiga atom H disebut sebagai benzo
  • Toluena yang kehilangan satu atom H selain di gugus CH3 nya disebut sebagai tolil
gugus fenil

Tata Nama Benzena Disubstitusi

Tata nama ini dipakai kalau 2 atom hidrogen pada benzena diganti dengan 2 gugus lain, maka akan ada 3 produk yang akan dihasilkan yaitu :

  • Orto (posisi gugus nomor 1 dan nomor 2 pada atom C)
  • Meta (posisi gugus nomor 1 dan nomor 3 pada atom C)
  • Para (posisi gugus nomor 1 dan nomor 4 pada atom C)

Perhatikan beberapa contoh senyawa berikut :

disubstitusi benzena

Tata Nama Benzena Trisubstitusi

Tata nama ini dipakai kalau 3 atom hidrogen pada benzena diganti dengan 3 gugus lain, akan dihasilkan juga 3 produk yang dihasilkan :

  • Visinal (posisi gugus nomor 1, 2 dan 3 pada atom C)
  • Asimetri (posisi gugus nomor 1, 2 dan 4 pada atom C)
  • Simetri (posisi gugus nomor 1, 3 dan 5 pada atom C)

Adanya 3 gugus fungsi yang berada pada benzena mengakibatkan sistem orto, meta para tidak bisa digunakan lagi makanya harus dinyatakan dengan angka. Apabila ada 3 gugus yang berbeda pada cincin benzena maka harus ada gugus yang diprioritaskan terlebih dahulu. Urutan gugus prioritas tersebut adalah :

–COOH, –SO3H, –CHO, –CN, –OH, –NH2, –R, –NO2, –X

Catatan :

  • R adalah metil, etil, propil, isopropil dan sebagainya.
  • X adalah F, Cl, Br, I.

Perhatikan contoh benzena yang memiliki 3 gugus fungsi di bawah ini, untuk penamaannya ditulis menurut alfabetis.

polisubstitusi benzena

Benzena tidak lagi menjadi rantai utama kalau :

  • Terikat pada alkana dimana alkana tersebut mengikat gugus fungsi tertentu.
  • Terikat pada alkana yang rantai utamanya terdiri 7 atom karbon atau lebih.

Baca Juga : reaksi hidrokarbon

Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya

Kegunaan benzena adalah :

  • Banyak digunakan sebagai pelarut.
  • Sebagai bahan baku dalam industri plastik, karet sintetis, serat.
  • Sebagai bahan dasar pembuatan senyawa turunan benzena, seperti kloro benzena, nitro benzena, asam benzena sulfonat, toluena dan sebagainya.

Dibawah ini adalah beberapa kegunaan beberapa senyawa turunan benzena yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

1. Toluena

Toluena merupakan senyawa turunan benzena yang termasuk dalam golongan alkil halida. Merupakan zat yang cukup berbahaya, karena dapat mengakibatkan keracunan. Apabila kehirup dalam jumlah yang banyak akan mengakibatkan penyakit pernafasan dan kerusakan otak.

kegunaan toluena
struktur toluena
  • Nama IUPAC : metil benzena
  • Nama Alternatif : toluena, fenil metana, toluol

Toluena dapat dihasilkan dari berbagai macam reaksi, salah satu yang paling dikenal adalah reaksi wurtz fittig, yaitu dengan mereaksikan metil halida dengan fenil halida dan logam Natrium.

reaksi wurtz fittig

Reaksi yang terjadi pada toluena adalah :

Reaksi Substitusi Toluena

1. Halogenasi Toluena

  • Toluena bereaksi dengan gas klorin (Cl2) dengan bantuan katalis sinar matahari (sinar UV) akan menghasilkan benzil klorida.
  • Benzil klorida bereaksi dengan gas klorin menghasilkan benzal klorida.
  • Benzal klorida bereaksi dengan gas klorin menghasilkan benzo klorida.
reaksi substitusi toluena

Catatan :

  • Reaksi di atas berlangsung apabila toluena dalam keadaan panas atau mendidih.
  • 3 atom H yang terdapat pada gugus –CH3 akan tersubstitusi semua oleh atom Cl.

Toluena bereaksi dengan gas klorin dengan katalis FeCl3 tanpa adanya matahari akan menghasilkan produk o-kloro benzena (orto tolil klorida) atau p-kloro toluena (para tolil klorida).

reaksi klorinasi toluena

Catatan :

Dalam reaksi diatas toluena berada pada suhu biasa.

2. Nitrasi Toluena

Toluena akan bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalis asam sulfat pekat akan menghasilkan o-nitro toluena atau p-nitrotoluena, apabila dalam reaksi dilakukan dalam jumlah yang banyak akan menghasilkan trinitro toluena (TNT).

reaksi pembuatan TNT

3. Sulfonasi Toluena

Toluena bereaksi dengan asam sulfat pekat dengan katalis gas SO3 akan menghasilkan asam-o-metil benzena sulfonat atau asam-p-metil benzena sulfonat.

Reaksi Adisi Toluena

1. Hidrogenasi Toluena

Toluena dapat bereaksi dengan gas H2 menghasilkan metil sikloheksana dengan bantuan katalis Ni pada suhu 200 °C.

reaksi hidrogenasi toluena

2. Halogenasi Toluena

Toluena dapat bereaksi dengan Cl2/Br2 menghasilkan metil heksakloro sikloheksana atau metil heksabromo sikloheksana.

reaksi halogenasi toluena

Reaksi Oksidasi Toluena

Toluena apabila ditambahkan KMnO4 dengan katalis asam akan menghasilkan benzil alkohol terlebih dahulu, kemudian apabila dioksidasi terus akan menghasilkan benzaldehida, kemudian asam benzoat.

reaksi oksidasi toluena

Kegunaan toluena adalah :

  • Digunakan untuk pelarut berbagai zat, contohnya : pelarut cat, lem, tinta, karet.
  • Meningkatkan nilai oktan pada bensin.
  • Bahan baku peledak TNT (trinitro toluena).
  • Bahan baku asam benzoat.

2. Fenol

Fenol adalah senyawa turunan benzena dengan rumus molekul C6H5–OH, fenol murni berbentuk padatan dan baunya seperti karbol.

kegunaan fenol
struktur fenol

Nama IUPAC : Benzenol
Nama Alternatif : fenol, hidroksi benzena, fenil alkohol, asam karbolat

Fenol dapat dihasilkan dari :

  • Asam benzena sulfonat yang direaksikan dengan NaOH berlebih yang akan menghasilkan fenol dan Na2CO3.
  • Kloro benzena yang direaksikan dengan NaOH, kemudian dihirolisis.

Sifat Fisis Fenol

  • Ketika dilarutkan dalam air menjadi larutan tak berwarna yang disebut air karbol dan memiliki bau yang khas.
  • Merupakan senyawa polar yang dapat larut dalam air.
  • Memiliki titik didih yang tinggi karena memiliki ikatan hidrogen.
  • Merupakan senyawa yang beracun.

Sifat Kimia Fenol

  • Merupakan senyawa asam lemah (memiliki Ka = 10-10) sehingga kerika dilarutkan dalam air akan terionisasi sebagian.

C6H5OH ↔ C6H5O + H+

  • Dapat bereaksi dengan basa membentuk garam fenolat dan air, contohnya : reaksi fenol dengan KOH akan menghasilkan Natrium fenolat dan air.

C6H5–OH + NaOH → C6H5–ONa + H2O

  • Fenol lebih mudah dioksidasi dibandingkan benzena karena adanya gugus –OH.

Kegunaan fenol adalah :

  • Digunakan untuk ansiptik pada sabun, lotion.
  • Digunakan untuk desinfektan, anti bakteri pada lantai dan toilet.
  • Digunakan untuk bahan baku industri plastik, karet, cat.

Perbedaan fenol dan alkohol

Fenol

  • Apabila dilarutkan dalam air, larutannya bersifat asam.
  • Tidak dapat dioksidasi.
  • Tidak bereaksi dengan asam.
  • Bereaksi dengan basa menghasilkan garam fenolat.
  • Senyawa alkanolatnya bersifat ionik.

Alkanol

  • Apabila dilarutkan dalam air, larutannya bersifat netral.
  • Dapat dioksidasi.
  • Bereaksi dengan asam menghasilkan ester.
  • Tidak bereaksi dengan basa (contohnya : NaOH, KOH).
  • Senyawa alkanolatnya bersifat non ionik.

3. Anilina

Anilina memiliki rumus molekul C6H5–NH2 dan bersifat basa lemah tetapi tidak sekuat amina alifatik. Anilina dapat dihasilkan dari reaksi nitrobenzena yang direduksi dengan gas H2.

kegunaan anilina
struktur anilina

Sifat Fisis Anilina

  • Berupa zat cair seperti minyak, tidak berwarna dan memiliki bau tidak sedap.
  • Sedikit larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik seperti eter.
  • Memiliki titik didih 183 °C.
  • Bersifat racun.

Sifat Kimia Anilina

  • Dapat beraksi dengan H2SO4 menghasilkan anilin monosulfat.
  • Dapat bereaksi dengan HCl menghasilkan garam diazonium.
  • Dapat bereaksi substitusi elektrofilik dengan mengarah orto dan para.

Kegunaan anilina adalah :

  • Digunakan untuk bahan baku industri zat warna diazo (zat warna sintesis organik) seperti industri tekstil, kertas, pangan, kosmetika.

4. Asam Benzoat

Asam benzoat adalah senyawa turunan benzena yang memiliki rumus molekul C6H5–COOH, memiliki nama lain asam benzena karboksilat.

kegunaan asam benzoat
struktur asam benzoat

Asam benzoat murni berbentuk kristal padat dan berwarna putih, merupakan asam lemah yang sedikit lebih kuat dibandingkan asam asetat dan sebagai asam karboksilat aromatik yang paling sederhana.
Untuk mendapatkan asam benzoat ini salah satunya dapat dilakukan dengan oksidasi toluena (lihat reaksi toluena di atas)
.

Kegunaan asam benzoat adalah :

  • Sebagai bahan baku pembuatan asam benzoat.
  • Digunakan untuk pengawet pada bidang industri makanan dan minuman.

Baca juga : isomer alkana alkena alkuna

5. Nitrobenzena

Nitrobenzena adalah senyawa organik yang memiliki rums molekul C6H5–NO2.

kegunaan nitro benzena
struktur nitro benzena

Sifat nitrobenzena :

  • Berupa zat cair yang berwarna kuning dan memiliki bau seperti “bitter almond”
  • Mendidih pada suhu 113 °C
  • Tidak larut dalam air tetapi laut dalam pelarut non polar seperti benzena

Selain senyawa nitrobenzena, adalagi senyawa nitro yang lain dikenal :

Trinitrobenzena (TNB)

kegunaan trinitro benzena
struktur trinitro benzena

Senyawa ini memiliki nama IUPAC 1,3,5-trinitro benzena, merupakan bahan peledak, dimana kekuatan ledakannya lebih besar dibandingkan trinitrotoluena (TNT).

Trinitrotoluena (TNT)

kegunaan trinitro toluena
struktut trinitro toluena

Memiliki nama IUPAC 2,4,6-trinitro toluena, berbentuk padat pada suhu kamar, sering digunakan sebagai bahan peledak atau dinamit.

Kegunaan nitrobenzena adalah :

  • Dalam bidang industri digunakan sebagai bahan baku anilina.
  • Digunakan untuk parfum sabun.
  • Untuk memproduksi minyak pelumas pada mesin motor atau mobil.

6. Stirena

Stirena adalah senyawa turunan benzena dengan rumus molekul C6H5–CH=CH2, nama lainnya adalah vinil benzena, fenil etena, etenil benzena.

kegunaan stirena
stuktur stirena

Sifat Stirena :

  • Merupakan cairan tak berwarna, memiliki aroma seperti bunga atau aroma manis
  • Memiliki titik didih 145 °C dan titik leleh -36,5 °C.

Kegunaan stirena adalah :

  • Merupakan bahan baku dalam pembuatan polistirena yang banyak digunakan dalam industri plastik.

7. Asam Salisilat

Senyawa ini merupakan senyawa turunan dari asam benzoat yang memiliki rumus molekul C7H6O3. Memiliki nama IUPAC asam-2-hidroksi benzoat dan nama lain asam-o-hidroksi benzoat.

kegunaan asam salisilat
struktur asam salisilat

Asam salisilat ini memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

  • Berupa padatan kristal dan tak berwarna.
  • Mudah larut dalam air karena bersifat polar (memiliki ikatan hidrogen).
  • Bersifat asam lemah dalam larutannya.

Untuk mendapatkan asam salisilat dalam skala industri yang besar dilakukan dengan cara mereaksikan Natrium fenoksida (Natrium fenolat) dengan mengalirkan gas CO2 pada tekanan 6 sampai 7 atm.

pembuatan asam salisilat
pembuatan asam salisilat

Kegunanan asam salisilat adalah :

  • Digunakan untuk industri obat-obatan anti jamur.
  • Digunakan untuk kosmetika.
  • Asam salisilat ini digunakan sebagai bahan dasar metil salisilat dan asam asetil salisilat.

Metil salisilat digunakan sebagai balsem atau obat gosok.

kegunaan metil salisilat
struktur metil salisilat

Asam salisilat juga digunakan dalam pembuatan asam asetil salisilat, orang lebih mengenalnya dengan aspirin.

Asam asetil salisilat digunakan untuk obat sakit kepala, obat sakit demam.

kegunaan asam asetil salisilat
struktur asam asetil salisilat

Baca Juga : tatanama senyawa kimia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *