Persamaan Reaksi Kimia : Pengertian, Cara Menyetarakan, Contoh Soal

Persamaan Reaksi Kimia : Pengertian, Cara Menyetarakan, Contoh Soal – Reaksi kimia yang terjadi apabila suatu zat bereaksi dengan zat lain menghasilkan zat baru dapat dituliskan dalam sebuah simbol yang menggambarkan reaksi tersebut. Untuk lebih memahami tentang persamaan reaksi kimia, simak penjelasan di bawah ini :

Pengertian Persamaan Reaksi Kimia

Persamaan reaksi kimia adalah persamaan yang menggambarkan proses di mana satu atau lebih zat (reaktan) diubah menjadi satu atau lebih zat baru (produk).

reaksi kimia

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam persamaan reaksi kimia :

  1. Zat sebelum reaksi disebut reaktan dan rumus kimianya ditulis disisi kiri tanda reaksi.
  2. Zat setelah reaksi disebut produk dan rumus kimianya ditulis disisi kanan tanda reaksi.
  3. Tanda plus (+) digunakan untuk memisahkan zat-zat yang terlibat dalam reaksi, baik itu reaktan atau produk .
  4. Tanda panah (⟶) digunakan untuk memisahkan sisi reaktan (kiri) dan produk (kanan).
  5. Jumlah reaktan dan produk diberi koefisien, koefisien 1 tidak usah di tulis.
  6. Koefisien adalah angka yang ditulis didepan unsur atau rumus kimia.
    • Contoh : 
    • 2 Zn berarti ada 2 atom Zn
    • 4 NH3 berarti ada 4 molekul NH3 (atom N ada 4 dan atom H ada 12)
  7. Setiap reaktan atau produk dituliskan fase/wujud zat dibelakangnya
    • zat padat simbolnya (s)
    • zat cair simbolnya (l)
    • zat gas simbolnya (g)
    • zat larutan simbolnya (aq)
  8. Indeks adalah bilangan yang berada dibelakang lambang unsur (menyatakan jumlah atom didepannya)
    • Contoh :
    • P2O5 berarti ada 2 atom P dan 5 atom O yang membentuk senyawa P2O5.

Contoh persamaan reaksi kimia setara

Persamaan Reaksi Kimia

Baca Juga Materi : Tata Nama Hidrokarbon : Alkana, Alkena, Alkuna

Cara Menyetarakan Persamaan Reaksi Kimia

Cara menyetarakan persamaan reaksi kimia bisa dilakukan dengan cara langsung atau tidak langsung.

Cara Langsung

Kita gunakan kalau dikiri maksimal ada 2 reaktan dan dikanan maksimal ada 2 reaktan.

A + B → C + D

  1. Pilihlah senyawa yang paling kompleks (senyawa yang memiliki jumlah atom terbesar)
  2. Dari senyawa itu, pilih unsur yang muncul hanya dalam satu reaktan dan satu produk (jika memungkinkan). Tambahkan koefisien untuk mendapatkan jumlah atom yang sama dari unsur ini di kedua sisi
  3. Seimbangkan jumlah atom yang tersisa, kalau ketemu pecahan maka kalikan kedua sisi persamaan dengan penyebut agar koefisiennya menjadi bilangan bulat
  4. Hitung jumlah atom dari masing-masing jenis di kedua sisi untuk memastikan bahwa persamaan kimianya sudah setara

Cara Tidak Langsung

Kita gunakan kalau disebelah kiri atau dikanan lebih dari 2 zat

A + B → C + D + E

Atau

A + B + C → D + E dan seterusnya

  1. Memberi koefisien reaksi ke setiap zat yang terlibat reaksi dengan variabel a, b, c, dan seterusnya
  2. Membuat persamaan matematika dengan cara menyamakan jumlah semua unsur disisi kanan dan kiri (jumlah unsur = koefisien × indeks)
  3. Menyelesaikan persamaan matematika dari point 2 dan menentukan koefisien salah satu zat = 1 (zat yang dipilih adalah yang memilki rumus kimia paling kompleks)

Baca Juga Materi : Reaksi Hidrokarbon : Alkana, Alkena, Alkuna

Contoh Soal Persamaan Reaksi Kimia

Di bawah ini adalah contoh soal cara menyelesaikan persamaan reaksi kimia.

Contoh Soal 1 :

Setarakanlah reaksi kimia berikut ini :

C4H10 (g) + O2 (g) → CO2 (g) + H2O

Penyelesaian

  • Senyawa paling kompleks adalah C4H10
  • Unsur C sebelah kiri mengandung 4 atom karbon, maka kita juga menyamakan atom C sebelah kanan agar 4 juga dengan menambahkan koefisien 4 didepan CO2.

C4H10 (g) + O2 (g)4 CO2 (g) + H2O

  • Unsur H sebelah kiri mengandung 10 atom hidrogen, maka kita juga menyamakan atom H sebelah kanan agar 10 juga dengan menambahkan koefisien 5 didepan H2O berarti atom H nya ada 5 x 2 = 10.

C4H10 (g) + O2 (g) → 4 CO2 (g) + 5 H2O

  • Seimbangkan atom yang tersisa.

Atom yang tersisa adalah O, disebelah kiri hanya ada 2 atom oksigen sedangkan disebelah kanan ada (4 x 2) + (5 x 1) = 13 atom oksigen. Maka agar jumlah oksigennya setara kita tambahkan koefisien 13/2 didepan O2.

C4H10 (g) + 13/2 O2 (g) → 4 CO2 (g) + 5 H2O

karena ketemu pecahan 13/2 maka semua koefisien reaksi kita kali 2, sehingga menjadi :

2 C4H10 (g) + 13 O2 (g)8 CO2 (g) + 10 H2O

  • Kita hitung jumlah semua jenis atom disisi kanan dan kiri
    • Jumlah atom C sebelah kiri ada 8 (2 x 4), atom C sebelah kanan ada 8 (8 x 1)
    • Jumlah atom H sebelah kiri ada 20 (2 x 10), atom H sebelah kanan ada 20 (10 x 2)
    • Jumlah atom O sebelah kiri ada 26 (13 x 2), atom O sebelah kanan ada 26 (8 x 2) + (10 x 1)

Kesimpulan : reaksi tersebut sudah setara

Contoh Soal 2 :

Setarakanlah rekasi kimia berikut ini :

Cu (s) + HNO3 (aq) → Cu(NO3)2 (aq) + H2O (l) + NO (g)

Penyelesaian

  • Memberi koefisien reaksi ke setiap zat yang terlibat reaksi

a Cu (s) + b HNO3 (aq)c Cu(NO3)2 (aq) + d H2O (l) + e NO (g)

  • Membuat persamaan matematikanya
    • Atom Cu a = c
    • Atom H b = 2d
    • Atom N b = 2c + e
    • Atom O 3b = 6c + d + e
  • Menentukan koefisien salah satu zat yang paling kompleks = 1, misal c = 1

Dari persamaan a = c  kalau c = 1 maka a = 1
Dari persamaan
b = 2c + e
b = 2(1) + e
b = 2 + e …… (persamaan 1)

Dari persamaan b = 2d
2 + e = 2d
d = 1/2 e + 1 …… (persamaan 2)

Dari persamaan 3b = 6c + d + e
3(2 + e) = 6(1) + (1/2 e + 1) + e
6 + 3e = 7 + 3/2 e
3/2 e = 1
e = 2/3

Dari persamaan 1
b = 2 + e
b = 2 + 2/3
b = 8/3

Dari persamaan b = 2d
8/3 = 2d
d = 8/6

Maka didapat :
a = 1, b = 8/3, c = 1, d = 8/6, e = 2/3 (dikali 3)
a = 3, b = 8, c = 3, d = 4, e = 2

Maka persamaan reaksi menjadi :

3 Cu (s) + 8 HNO3 (aq)3 Cu(NO3)2 (aq) + 4 H2O (l) + 2 NO (g)

Baca Juga Materi : Termokimia : Pengertian, Jenis, Persamaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *