Teori Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Teori Perkembangan Sistem Periodik Unsur – Sistem periodik unsur dibuat agar kita dapat dengan mudah mencari dan melihat suatu unsur terletak digolongan berapa, periode berapa, nomor atomnya berapa, nomor massanya berapa, termasuk logam atau non logam, dan sifat-sifatnya bagaimana. Agar mempermudah maka unsur-unsur tersebut dibuatlah tabel periodik unsur. Perkembangan sistem periodik unsur dapat dilihat sebagai berikut :

Sejarah Teori Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Sejarah perkembangan sistem periodik unsur dimulai dari Antoine Lavoisier kemudian berturut turut di sempurnakan oleh Dobereiner, Newlands, Mendeleev, Henry Mosley hingga diperoleh tabel sistem periodik sekarang ini. Berikut penjelasannya :

Pengelompokan Logam dan Non Logam

Pengelompokan logam dan non logam dikemukakan oleh Antoine Lavoisier, seorang ilmuwan Perancis pada tahun 1789.
pengelompokan unsur oleh Lavoisier didasarkan atas dasar sifat fisik unsur, seperti kekerasan, kelenturan dan mengkilau atau tidak. Dia mengelompokkan unsur menjadi dua kelompok, yaitu sebagai logam dan non logam. Unsur pertama yang dia diklasifikasikan adalah natrium (Na) dan timah (Sn).

Triade Dobereiner 

Dikemukakan oleh Johann Wolfgang Dobereiner, seorang ilmuwan Jerman pada tahun 1829.

Dobereiner mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifat dan kenaikan massa atom relativenya

Ketika ada 3 unsur disusun berdasarkan urutan kenaikan massa atomnya, maka massa rata-rata atom unsur kedua merupakan massa rata-rata dari unsur pertama dan ketiga. Ketiga unsur yang demikian oleh Dobereiner disebut sebagai “triade”

Beberapa Contoh Triade :

triade dobereiner

Kelemahan Triade Dobereiner

  • Tidak semua unsur-unsur dapat menunjukkan triade tertentu, contohnya F, Cl, Br
  • Apabila massa atom F ditambah massa atom Br kemudian dibagi 2 maka tidak sama dengan massa atom Cl

Kelebihan Triade Dobereiner

  • Unsur-unsur yang berada dalam satu triade sudah menunjukkan kemiripan sifat

Baca Juga : Perkembangan Teori Atom : Democritus, Aristoteles, Dalton, Thomson, Rutherford, Niels Bohr, Mekanika Kuantum

Hukum Oktaf Newlands

Hukum Oktaf Newlands dikemukakan oleh John Newlands, seorang ilmuwan Inggris Pada tahun 1866.

Newlands mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifat dan kenaikan massa atom (Ar).

Dia mulai mengelompokkan unsur dari yang memiliki massa atom terendah, yaitu hidrogen dan berakhir di thorium yang merupakan unsur ke-56.

Newlands menemukan pola bahwa setiap unsur 1 memiliki sifat yang mirip dengan yang ke-8, unsur ke-2 memiliki sifat yang mirip dengan yang ke-9 dan seterusnya. Dia membandingkan pola ini dengan oktaf yang ditemukan dalam tangga nada musik. Karena itu, ia menyebutnya teorinya dengan ‘Hukum Oktaf’.

Kelemahan Oktaf Newlands

  • Newlands berpendapat hanya ada 56 unsur yang ada di alam dan tidak akan ada lagi unsur yang ditemukan dimasa depan. Tetapi kenyataannya banyak unsur baru yang ditemukan dan tidak sesuai dengan Hukum Oktaf.
  • Hukum oktaf newlands hanya berlaku untuk beberapa unsur saja, yang lainnya tidak sesuai

Kelebihan Oktaf Newlands

  • Menemukan adanya periode unsur untuk pertama kalinya

Baca Juga : Hukum-hukum dasar kimia: Lavoisier, Proust, Dalton, Avogadro & Gay lussac

Sistem Periodik Mendeleev

Sistem periodik mendeleev dikemukakan oleh Dmitri Mendeleev, seorang ilmuwan Rusia Pada tahun 1869

Dimitri Mendeleev dan Lothar Meyer menyusun sistem periodik berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. 

Dimitri Mendeleev adalah orang pertama yang menyusun tabel sistem periodik unsur. Lajur vertikal disebut golongan dan lajur horisontal disebut periode.

  • Golongan : ditentukan oleh kemiripan sifat unsur
  • Periode : ditentukan oleh kenaikan massa atom relative (Ar)

Sistem periodik Mendeleev terdiri atas 12 periode dan 8 golongan. Sistem Periodik Mendeleev disebut juga sistem periodik bentuk pendek.

sistem periodik mendeleev - sistem periodik unsur

Kelemahan Mendeleev

Ada unsur-unsur dalam satu periode (dari kiri ke kanan) tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya, contohnya : Iodium (Ar = 127) di tempatkan setelah Tellurium (Ar = 128)

Kelebihan Mendeleev

Dalam tabel yang dia buat ada beberapa ruang kosong, karena dia berpendapat suatu saat akan ada unsur-unsur baru yang ditemukan akan menempati ruang kosong itu. Ternyata benar saja, unsur Sc, Ga dan Ge ditemukan dan menempati ruang kosong yang dia prediksi.

Sistem Periodik Modern

Sistem periodik modern dikemukakan oleh Henry Moseley, seorang fisikawan Inggris Pada tahun 1913
Sistem periodik modern disusun berdasarkan kemiripan sifat dan kenaikan nomor atom (jumlah proton)

  • Golongan : ditentukan oleh kemiripan sifat unsur
  • Periode : ditentukan oleh kenaikan nomor atom atau jumlah proton

Tabel Periodik Modern memiliki 18 kolom vertikal yang dikenal sebagai golongan dan 7 baris horizontal yang dikenal sebagai periode 
Sistem periodik modern disebut juga sistem periodik bentuk panjang.

sistem periodik unsur modern

Baca juga : Bilangan Kuantum – Pengertian, Contoh Soal, Bentuk Orbital

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *