Penyetaraan Reaksi Redoks (Reaksi Ion)

Penyetaraan Reaksi Redoks (Reaksi Ion) – Banyak sekali reaksi kimia yang terjadi dalam kehidupan ini merupakan reaksi redoks, misalnya : reaksi pembakaran, reaksi penyepuhan logam. Ada juga reaksi yang bukan redoks, misalnya : reaksi asam basa (netralisasi), reaksi hidrolisis, reaksi dekomposisi rangkap. Pada pembahasan kali ini akan dibahas tentang penyetaraan redoks, simak penjelasannya di bawah ini :

Pengertian Reaksi Redoks

Reaksi yang terjadi peristiwa oksidasi (kenaikan biloks) dan reduksi (penurunan biloks) disebut dengan reaksi redoks. Dalam reaksi redoks terjadi transfer elektron dari zat yang mengalami oksidasi ke zat yang mengalami reduksi, transfer elektron inilah yang mengakibatkan aliran listrik. Contohnya : logam Kalium yang dimasukkan ke dalam air.

Reaksi : 2 K (s) + 2 H2O (l) → 2 KOH (aq) + H2 (g)

Reaksi redoks dapat berupa reaksi molekul maupun reaksi ion, dimana dalam reaksi molekul, zat yang terlibat dalam reaksi tidak memiliki muatan. Sedangkan reaksi ion, zat yang terlibat dalam reaksi memiliki muatan.

Contoh Reaksi Molekul :

ZnS (s) + HNO3 (aq) → ZnSO4 (aq) + NO (g) + H2O (l)

Contoh Reaksi Ion :

Zn (s) + NO3 (aq) → Zn2+ (aq) + NH4+ (aq)

Pada pembahasan kali ini kita hanya akan mempelajari cara penyetaraan reaksi redoks untuk reaksi ion saja, baik itu dalam suasana asam maupun dalam suasana basa. Untuk reaksi molekul akan di bahas secara terpisah.

Baca Juga : Konsep Redoks (Reduksi dan Oksidasi) : Penjelasan, Contoh Soal

Penyetaraan Reaksi Redoks Suasana Asam

Untuk menyelesaikan persamaan redoks untuk reaksi ion dalam suasana asam dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

Cara Setengah Reaksi

Dengan cara ini, reaksi redoks dibagi menjadi 2 yaitu : setengah sebagai reaksi oksidasi dan setengah lagi sebagai reaksi reduksi. Karena cara ini menggunggunakan reaksi dalam bentuk ion maka untuk menyetarakan
muatannya perlu ditambahkan elektron baik untuk reaksi oksidasi maupun reaksi reduksi.

Contoh :

Cr2O72- + VO2+ → Cr3+ + VO3 (asam)

Cara Penyelesaiannya :

  1. Menentukan biloks masing-masing unsur.
    • Cr2O72-
      • 2.biloks Cr + 7.biloks O = -2
      • 2.biloks Cr + 7.(-2) = -2
      • 2.biloks Cr – 14 = -2
      • 2.biloks Cr = 12
      • biloks Cr = +6
      • Jadi biloks Cr dan O dalam Cr2O72- adalah +6 dan -2
    • VO2+
      • biloks V + biloks O = +2
      • biloks V + (-2) = +2
      • biloks V = +4
      • Jadi biloks V dan O dalam VO2+ adalah +4 dan -2
    • Cr3+
      • sudah jelas biloks nya Cr = +3
    • VO3
      • biloks V + 3.biloks O = -1
      • biloks V + 3.(-2) = -1
      • biloks V + (-6) = -1
      • biloks V = +5
      • Jadi biloks V dan O dalam VO3+ adalah +5 dan -2
  2. Menentukan unsur-unsur yang mengalami perubahan biloks, kemudian dibagi 2 menjadi reaksi oksidasi dan reduksi.
    • Unsur yang mengalami oksidasi adalah V (vanadium) karena terjadi kenaikan biloks dari +4 ke +5.
    • Unsur yang mengalami reduksi adalah Cr (krom) karena terjadi penurunan biloks dari +6 ke +3.
  3. Untuk tiap bagian reaksi oksidasi/reduksi :
    • Menyetarakan jumlah unsur-unsur yang mengalami perubahan biloks.
    • Oksidasi : VO2+ → VO3
    • Reduksi : Cr2O72-2 Cr3+
      • Cara Asam
    • Kekurangan atom O : tambahkan H2O disisi yang kurang atom O-nya.
      • Oksidasi : VO2+ + 2 H2O → VO3
      • Reduksi : Cr2O72- → 2 Cr3+ + 7 H2O
    • Kekurangan atom H : tambahkan H+ disisi yang kurang atom H-nya.
      • Oksidasi : VO2+ + 2 H2O → VO3 + 4 H+
      • Reduksi : Cr2O72- + 14 H+ → 2 Cr3+ + 7 H2O
    • Menetarakan muatan : tambahkan elektron disisi yang lebih besar muatan positifnya.
      • Oksidasi : VO2+ + 2 H2O → VO3 + 4 H+ + e
      • Reduksi : Cr2O72- + 14 H+ + 6 e → 2 Cr3+ + 7 H2O
  4. Mengalikan kedua setengah reaksi dengan suatu bilangan tertentu agar elektron di sisi kanan dan kiri sama banyak (mencari KPK-nya).
    • Oksidasi : VO2+ + 2 H2O → VO3 + 4 H+ + e | dikali 6
    • Reduksi : Cr2O72- + 14 H+ + 6 e → 2 Cr3+ + 7 H2O | dikali 1
  5. Jumlahkan kedua setengah reaksi.
    • Oksidasi : 6 VO2+ + 12 H2O → 6 VO3 + 24 H+ + 6 e
    • Reduksi : Cr2O72- + 14 H+ + 6 e → 2 Cr3+ + 7 H2O
    • —————————————————————————— +
    • Redoks : 6 VO2+ + 12 H2O + Cr2O72- + 14 H+ → 6 VO3 + 24 H+ + 2 Cr3+ + 7 H2O
    • Redoks : 6 VO2+ + 5 H2O + Cr2O72- → 6 VO3 + 10 H+ + 2 Cr3+

Cara Bilangan Oksidasi (PBO)

1. Menentukan biloks masing-masing unsur dan memberi tanda unsur-unsur yang mengalami oksidasi dan reduksi.

menentukan bilangan oksidasi

2. Menyetarakan jumlah unsur-unsur yang mengalami perubahan biloks.

menyetarakan unsur yang mengalami perubahan biloks

3. Menentukan jumlah kenaikan/penurunan biloks dengan menambahkan elektron.

menentukan kenaikan atau penurunan biloks

4. Menyamakan jumlah perubahan biloks.

Menyamakan jumlah perubahan biloks

5. Setarakan muatan dengan menambah ion H+ (suasana asam).

menyetarakan muatan

6. Setarakan atom H dengan menambah H2O

penyetaraan reaksi redoks suasana asam

Baca Juga : Halogen (Golongan VIIA) : Pengertian, Sifat, Reaksi, Pembuatan, Kegunaan

Penyetaraan Reaksi Redoks Suasana Basa

Untuk menyelesaikan persamaan redoks untuk reaksi ion dalam suasana basa dapat dilakukan dengan 2 cara juga, yaitu :

Cara Setengah Reaksi

Contoh :

MnO4 + I → MnO2 + I2 (basa)

Cara Penyelesaiannya :

  1. Menentukan biloks masing-masing unsur
    • MnO4
      • biloks Mn + 4.biloks O = -1
      • biloks Mn + 4.(-2) = -1
      • biloks Mn – 8 = -1
      • biloks Mn = +7
      • Jadi biloks Mn dan O dalam MnO4 adalah +7 dan -2
    • I
      • Sudah jelas biloks I = -1
    • MnO2
      • biloks Mn + 2.biloks O = 0
      • biloks Mn + 2.(-2) = 0
      • biloks Mn – 4 = 0
      • biloks Mn = +4
      • Jadi biloks Mn dan O dalam MnO2 adalah +4 dan -2
    • I2
      • Karena I2 adalah molekul unsur maka biloks I2 = 0
  2. Menentukan unsur-unsur yang mengalami perubahan biloks, kemudian dibagi 2 menjadi reaksi oksidasi dan reduksi
    • Unsur yang mengalami oksidasi adalah I (iodin) karena terjadi kenaikan biloks dari -1 ke 0.
    • Unsur yang mengalami reduksi adalah Mn (mangan) karena terjadi perubahan biloks dari +7 ke +4
  3. Untuk tiap bagian reaksi oksidasi/reduksi :
    • Menyetarakan jumlah unsur-unsur yang mengalami perubahan biloks
    • Oksidasi : 2 I → I2
    • Reduksi : MnO4 → MnO2
      • Cara Basa
    • Kekurangan atom O : tambahkan H2O disisi yang kurang atom O-nya
      • Oksidasi : 2 I → I2 (diabaikan karena tidak memiliki atom O)
      • Reduksi : MnO4 → MnO2 + 2 H2O
    • Kekurangan atom H : tambahkan H+ disisi yang kurang atom H-nya
      • Oksidasi : 2 I → I2 (diabaikan karena tidak memiliki atom H)
      • Reduksi : MnO4 + 4 H+→ MnO2 + 2 H2O
    • Menambahkan OHsebanyak H+ disisi kanan dan kiri
      • Oksidasi : 2 I → I2 (diabaikan karena tidak memiliki ion H+)
      • Reduksi : MnO4 + 4 H+ + 4 OH → MnO2 + 2 H2O + 4 OH
      • Reduksi : MnO4 + 2 H2O → MnO2 + 4 OH
    • (catatan ion H+ dan OH dapat membentuk H2O, sehingga 4 H2O disisi kiri dapat dicoret dengan H2O disisi kanan)
  4. Menetarakan muatan : tambahkan electron disisi yang lebih besar muatan positifnya
    • Oksidasi : 2 I → I2 + 2e
    • Reduksi : MnO4 + 2 H2O + 3e → MnO2 + 4 OH
  5. Mengalikan kedua setengah reaksi dengan suatu bilangan tertentu agar elektron di sisi kanan dan kiri sama banyak (mencari KPK-nya)
    • Oksidasi : 2 I → I2 + 2e | dikali 3
    • Reduksi : MnO4 + 2 H2O + 3e → MnO2 + 4 OH | dikali 2
  6. Jumlahkan kedua setengah reaksi
    • Oksidasi : 6 I → 3 I2 + 6e
    • Reduksi : 2 MnO4 + 4 H2O + 6e → 2 MnO2 + 8 OH
    • —————————————————————————– +
    • Redoks : 6 I + 2 MnO4 + 4 H2O → 3 I2 + 2 MnO2 + 8 OH

Cara Bilangan Oksidasi (PBO)

1. Menentukan biloks masing-masing unsur dan memberi tanda unsur-unsur yang mengalami oksidasi dan reduksi.

menentukan biloks

2. Menyetarakan jumlah unsur-unsur yang mengalami perubahan biloks.

menyamakan jumlah unsur

3. Menentukan jumlah kenaikan/penurunan biloks dengan menambahkan elektron.

menentukan kenaikan biloks

4. Menyamakan jumlah perubahan biloks.

menyamakan perubahan biloks

5. Setarakan muatan dengan menambah ion OH (suasana basa).

menambahkan ion OH-

6. Setarakan atom H dengan menambah H2O

penyetaraan reaksi redoks suasana basa

Baca Juga : Logam Alkali (Golongan IA) : Pengertian, Sifat, Reaksi, Pembuatan, Kegunaan

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *