Penemu Elektron, Proton, Neutron

Penemu Elektron, Proton, Neutron – Atom adalah bagian paling kecil dari suatu materi yang tersusun atas elektron (partikel bermuatan negatif), proton (partikel bermuatan positif) dan neutron (partikel tidak bermuatan). Bagaimana sejarah di temukannya elektron, proton dan neutron? Simak penjelasannya di bawah ini.

Penemu Elektron

Elektron ditemukan oleh J.J Thomson seorang fisikawan asal Inggris pada 30 April tahun 1897 ketika ia mempelajari sifat-sifat sinar katoda. Dengan ditemukan elektron membuktikan bahwa atom dapat dibagi menjadi partikel yang lebih kecil lagi, salah satu penyusun atom adalah elektron.

penemu elektron

Percobaan Sinar Katode

Thomson melakukan eksperimen dengan menyusun tabung kaca dimana sebagian besar udara dipompa keluar dari dalam tabung, dengan tujuan gas yang ada dalam tabung memiliki tekanan yang rendah.

Kemudian dia memberikan tegangan listrik tinggi pada kedua elektroda di ujung tabung. Dia melihat adanya sinar keluar dari elektroda bermuatan negatif (katoda) ke elektroda bermuatan positif (anoda).

Sinar inilah yang disebut dengan sinar katoda, yang sekarang disebut sebagai elektron. Percobaan thomson ini dikenal dengan percobaan “tabung sinar katode” seperti pada gambar dibawah ini.

percobaan sinar katode

Sifat Sinar Katoda

  1. Sinar katode bergerak dalam garis lurus.
  2. Sinar katode tidak tergantung pada jenis katoda.
  3. Sinar katode dapat berbelok ke kutub positif medan listrik.

Hal-hal yang perlu diketahui tentang sinar katode

  1. Sinar katode adalah partikel, karena apabila dalam percobaan tabung sinar katode didalamnya terdapat kincir maka kincirnya dapat berputar.
  2. Sinar katode bermuatan negatif karena dapat berbelok ke kutub positif medan listrik.
  3. Sinar katode terdapat dalam semua jenis zat, karena apabila isi gas dalam tabung diganti-ganti sinar katode yang dihasilkan selalu sama.

Massa elektron dan muatan elektron

Massa elektron adalah 9,11 x 10-28 gram dan muatan elektron adalah 1,6 x 10-19 C

Baca Juga : Perkembangan Teori Atom

Penemu Proton

Proton ditemukan oleh Eugen Goldstein seorang fisikawan asal Jerman pada tahun 1886, melalui percobaan Canal Rays (sinar terusan).

penemu proton

Percobaan Sinar Kanal Atau Terusan

Percobaannya mirip dengan percobaan sinar katode, bedanya pada lempeng logam kutub katode dia lubangi. Pada saat gas dalam tabung dalam tekanan rendah dan diberi tegangan yang tinggi, selain ada sinar katode yang bergerak ke anode ada juga sinar yang melewati kutub katode yang telah dilubangi tadi, Oleh Goldstein sinar ini disebut sinar terusan
atau sinar kanal.

percobaan sinar kanal - terusan

Sifat Sinar Terusan

  1. Sinar terusan tergantung pada sifat gas yang ada dalam tabung, karena sinar terusan terbentuk dari ionisasi gas yang ada dalam tabung.
  2. Sinar terusan dapat berbelok ke kutub negatif medan listrik.
  3. Untuk gas yang berbeda maka perbandingan muatan terhadap masssa sinar terusan memiliki nilai yang berbeda juga.

Kita tahu bahwa gas hirogen (H2) memiliki masssa yang paling ringan diantara semua gas yang ada, apabila dimasukkan kedalam tabung katode tadi maka akan dihasilkan sinar terusan yang bermuatan paling kecil.

  • Muatan 1 proton = +1 (1,6 x 10-19 C)
  • Massa 1 proton = 1,673 x 10-24 gram (hampir 2000 kali massa elektron) = 1 sma (satuan massa atom)

Jika gas Helium yang dimasukkan kedalam katode maka sinar terusan tadi memiliki 2 kali muatan proton dan 4 kali massa proton, (kelipatan bulat dari massa atau muatan proton). Gas helium ini disebut sebagai sinar alfa.

Penemu Neutron

Neutron ditemukan oleh James Chadwick seorang fisikawan asal Inggris pada tahun 1932.

penemu neutron

Pada tahun 1910-an model atom yang ditemukan adalah inti atom hanya terdiri dari kumpulan proton dengan elektron-elektron yang bergerak mengelilingi inti atom. Tetapi yang jadi masalah adalah bagaimana mungkin proton-proton dapat membentuk inti atom, padahal kalau proton tersebut sama-sama bermuatan positif pasti akan tolak menolak.

Mulai pada saat itu dibuatlah teori model atom terbaru bahwa inti atom disusun atas neutron dan proton. Lantas dari mana kita tahu bahwa suatu atom memiliki neutron?

Percobaan Penembakan Inti Atom Berilium

Percobaannya dengan cara menembakkan inti atom Berilium dengan partikel alfa dari peluruhan radioaktif alami Polonium. Dia menemukan radiasi partikel yang tidak bermuatan, ternyata massa partikel tersebut memiliki massa yang hampir sama dengan proton. Partikel yang tidak bermuatan inilah yang dinamakan neutron.
42 He + 94 Be → 136 C + 00 n (neutron)

Percobaan Penembakan Inti Atom Berilium

Jadi jelas bahwa atom bukan bagian paling kecil dari materi, tetapi atom tersusun dari subatom yang terdiri dari proton, elektron dan
neuron.

Baca Juga : Konfigurasi Elektron

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *