Logam Alkali (Golongan IA) : Pengertian, Sifat, Reaksi, Pembuatan, Kegunaan

Logam Alkali (Golongan IA) : Pengertian, Sifat, Reaksi, Pembuatan, Kegunaan – Golongan IA terletak pada Sistem Periodik Unsur (SPU) pada kolom paling kiri. Unsur logam alkali dari atas ke bawah adalah : Litium (Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb), Sesium (Cs) dan Fransium (Fr).

Pengertian Logam Alkali (Golongan IA)

Golongan IA disebut alkali karena unsur-unsur yang terdapat pada golongan IA apabila dilarutkan dalam air akan bersifat alkalis (memiliki pH > 7 atau basa).
Alkali berasal dari bahasa Arab : “al-gali” yang artinya abu atau air abu yang berarti bersifat basa.
Golongan IA sangat reaktif (mudah teroksidasi) sehingga di alam tidak ditemukan dalam keadaan bebas, melainkan dalam bentul senyawa.
Biloks (Bilangan Oksidasi) logam alkali dalam suatu senyawa selalu +1.

Salah Satu Contoh Kegunaan Logam Alkali (Golongan IA)

Mineral Alkali

Mineral alkali adalah senyawa yang mengandung logam alkali yang terbentuk secara alami di alam semesta biasanya dalam bentuk padatan.

  • Litium : terdapat dalam bentuk mineral Li2SiO3.Al2(SO3)3 (spodumin).
  • Natrium : terdapat dalam air laut sebagai garam (NaCl), sendawa Chili (NaNO3), mineral kriolit (Na3AlF6), mineral natron (Na2CO3.10H2O), mineral albit (Na2O.Al2O3.3SiO2) dan boraks (Na2B4O7.10H2O).
  • Kalium : terdapat sebagai mineral bijih silvit (KCl), feldspar (K2O.Al2O3.3SiO2), karnalit (KCl.MgCl2.6H2O) dan sendawa (KNO3).
  • Rubidium dan Cesium : terdapat dalam mineral fosfat trifilit dalam jumlah sedikit di alam.
  • Fransium : paling sedikit ditemui dialam karena bersifat radioaktif atau mudah meluruh dengan waktu paruh 21 menit.

Sifat Logam Alkali (Golongan IA)

Sifat logam alkali terdiri dari sifat fisis dan kimia, dapat dijelaskan sebagai berikut :

tabel logam alkali - golongan IA
Tabel Logam Alkali

Sifat Fisis dan Kimia

  • Berbentuk padat tetapi lunak (dapat diiris dengan pisau), mudah ditempa (malleable), mudah diulur (ductile), berwarna putih mengkilap seperti perak, kecuali Cs dan Fr pada suhu kamar berbentuk cair.
  • Jari jari atom dari atas ke bawah semakin besar, karena kulit atom semakin banyak sehingga jarak elektron terluar terhadap inti atom semakin besar.
  • Energi ionisasi dari atas kebawah semakin kecil, karena jari-jari atom semakin besar sehingga gaya elektrostatik elektron terhadap inti semakin lemah sehingga energi ionisasinya semakin kecil.
  • Titik didih/leleh dari atas ke bawah semakin rendah, karena alkali hanya memiliki 1 elektron valensi dimana semakin kebawah energi kisi kristal logamnya semakin lemah hal inilah yang mengakibatkan ikatan logamnya menjadi semakin lemah dibandingkan unsur logam lain. Jadi ketika logam alkali dipanaskan maka energi buat memutus ikatan logam ini semakin kecil sehingga titik didih/leleh menjadi semakin rendah.
  • Sifat reduktor, sifat logam, sifat basa dari atas kebawah semakin kuat karena :
    • Sifat reduktor semakin kuat karena semakin mudah teroksidasi.
    • Sifat logam semakin kuat karena semakin ke bawah jari-jari semakin besar sehingga makin lemah gaya tarik elektron terhadap inti, sehingga elektron terluar mudah lepas.
    • Sifat basa semakin kuat karena apabila alkali dilarutkan dalam air, semakin ke bawah semakin mudah melepaskan ion (OH).
  • Memiliki kemiripan sifat dalam hubungan diagonal : Litium mirip dengan Magnesium, Berilium mirip dengan Aluminium dan Boron mirip dengan Silikon.

Baca Juga : Gas Mulia – Pengertian, Sifat, Pembuatan, Kegunaan

Reaksi Logam Alkali (Golongan IA)

Reaksi kimia logam alkali yang penting :

  1. Logam alkali bereaksi dengan (H2) menghasilkan  garam hidrida (LH)
    • L = Li, Na, K, Rb, Cs, Fr
      • Contoh :
      • 2 Na + H2 → 2 NaH (Natrium hidrida)
  2. Logam alkali bereaksi dengan halogen (X2) menghasilkan garam halida (LX)
    • X = F, Cl, Br, I
      • Contoh :
      • 2 Na + Br2 → 2 NaBr (Natrium bromida)
  3. Logam alkali bereaksi dengan oksigen menghasilkan senyawa oksida, peroksida dan superperoksida
    • Senyawa oksida adalah senyawa dimana biloks O-nya = -2
    • Senyawa peroksida adalah senyawa dimana biloks O-nya = -1
    • Senyawa superperoksida adalah senyawa dimana biloks O-nya = -1/2
      • Li membentuk oksida
      • Na membentuk peroksida
      • K, Rb, Cs membentuk superperoksida
      • Contoh :
        • 4 Li + O2 → 2 Li2O (Litium oksida)
        • 2 Na + O2 → Na2O2 (Natrium peroksida)
        • K + O2 → KO2 (Kalium superperoksida)
  4. Logam alkali bereaksi dengan  H2O menghasilkan basa kuat dan gas hidrogen
    • Contoh :
    • 2 Na + 2 H2O → 2 NaOH + H2 (Reaksi eksoterm)
    • Dari atas kebawah logam alkali bereaksi hebat dengan air, bahkan bisa menghasilkan ledakan. Li bereaksi lambat dengan air, sedangkan Na, K, Rb, Cs bereaksi hebat dengan air.
    • Semua reaksi alkali dengan air merupakan reaksi eksoterm (melepas kalor) dan menghasilkan hidrogen yang mudah terbakar di udara.
    • Logam alkali mudah teroksidasi makanya harus disimpan dalam minyak tanah/kerosin.

Warna Nyala Logam Alkali

Warna nyala logam alkali apabila dibakar akan memperlihatkan warna-warna tertentu.

  • Li menghasilkan warna merah
  • Na menghasilkan warna kuning
  • K menghasilkan warna ungu
  • Rb menghasilkan warna merah
  • Cs menghasilkan warna biru

Contoh :

Apabila senyawa mengandung Kalium (KCl) dibakar pasti warna ungu akan muncul.

Baca Juga : Halogen (Golongan VIIA) : Pengertian, Sifat, Reaksi, Pembuatan, Kegunaan

Pembuatan Logam Alkali (Golongan IA)

Pembuatan logam alkali dapat dilakukan dengan elektrolisis leburan/cairan garam-garamnya.

  1. Pembuatan natrium
    • Natrium dibuat dari elektrolisis leburan NaCl yang dicampur dengan CaCl2.
    • Fungsi CaCl2 disini untuk menurunkan titik leleh NaCl. 
    • Katode yang digunakan adalah besi, sedangkan anodenya adalah karbon.
    • Karena potensial reduksi ion Ca2+ lebih negatif daripada potensial reduksi ion Na+ maka pada elektrolisis leburan NaCl hanya terjadi reduksi ion Na+.
      • NaCl (l) → Na+ (l) + Cl
      • K (-) : Na+ (l) + e → Na (l)
      • A (+) : 2 Cl (l) → Cl2 (g) + 2e
    • Natrium cair yang terbentuk di katode mengapung di atas cairan NaCl kemudian ditampung dalam minyak tanah.
  2. Pembuatan logam alkali lain
    • Logam alkali lainnya, seperti litium dan kalium dapat dibuat juga dari elektrolisis cairan LiCl dan elektrolisis cairan KCl.
      • LiCl (l) → LI+ (l) + Cl
      • K (-) : Li+ (l) + e → Li (l)
      • A (+) : 2 Cl (l) → Cl2 (g) + 2e

Kegunaan Logam Alkali (Golongan IA)

Dibawah ini adalah kegunaan logam alkali dalam kehidupan sehari-hari :

Li (Litium)

  • Li : digunakan untuk baterai
  • Paduan Li dan Al : pembuatan komponen pesawat terbang, kereta apai dan kerangka sepeda.
  • Paduan Li dan Mg : untuk pelapisan baja.
  • Li2O : membuat gelas dan keramik kaca.

Na (Natrium)

  • Na : digunakan sebagai cairan pendingin pada reaktor atom, sebagai reduktor pengolahan logam.
  • NaCl : sebagai garam dapur, pengawet makanan, bahan baku pembuatan NaOH, logam Na, gas Cl2 dan Na2CO3.
  • NaOH (soda kaustik atau soda api) : menetralkan asam, bahan baku sabun, kertas, deterjen, plastik, tekstil, serat rayon.
  • Na2CO3 (soda) : sebagai alat pembersih / menghilangkan noda, untuk melunakkan air sadah, pembuatan gelas, pulp dan kertas, sabun, deterjen.
  • NaHCO3 (soda kue) : pengembang kue, minuman ringan, bahan pemadam api, bahan obat-obatan, pupuk.
  • Na2SO4 (garam glauber) : obat pencahar, industry kertas, zat pengering senyawa organik.
  • Na2SiO3 : bahan perekat industri karton, pengisi pada industri sabun, pengawet telur.
  • Natrium benzoat : pengawet makanan dan minuman.
  • Natrium salisilat : obat penurun panas (antipiretik).
  • NaNO2 : pembuatan zat warna, pencegahan korosi.
  • MSG (monosodium glutamat) : untuk penyedap makanan (vetsin).
  • Na2S2O3 : larutan pencuci (hipo) pada fotografi.
  • NaCN : pertambangan emas dan perak.
  • Natrium sitrat : zat antibeku pada darah.

K (Kalium)

  • K : unsur penting bagi pertumbuhan.
  • KO2 : digunakan dalam topeng gas (masker).
  • KOH : bahan baku sabun, detergen, elektrolit baterai, pembersih saluran air.
  • KClO3 : membuat baku petasan dan korek api.
  • KCl : bahan baku pupuk, bahan baku logam kalium dan (ce{KOH}).
  • KBr : obat penenang saraf, untuk plat fotografi.
  • KNO3 : bahan peledak, bahan baku pembuatan (ce{HNO3}).
  • K2CO3 (soda abu) : digunakan untuk industri kaca.
  • Kalium sorbat : pengawet makanan (keju).
  • KIO3 : campuran garam dapur, sumber iodium.
  • KMnO4 : zat oksidator.

Rb (Rubidium)

Rb : untuk filamen listrik, pembuatan fotosel.

Cs (Sesium)

Cs : sebagai katode pada peralatan listrik, pembuatan jam atom.

Baca Juga : Ikatan Kimia : Pengertian, Jenis, Sifat Fisis

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *