Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit : Pengertian, Perbedaan, Hubungan, Contoh Soal

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit : Pengertian, Perbedaan, Hubungan, Contoh Soal – Air jeruk yang dimasukkan ke dalam suatu wadah kemudian di masukkan dua buah elektrode yang terbuat dari karbon, kemudian dihubungkan dengan kabel dan lampu ketika diberi tegangan listrik dari baterai maka lampu tersebut akan menyala, kenapa demikian?

Pengertian Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Larutan adalah campuran homogen yang terbentuk dari 2 zat atau lebih. Maksudnya homogen disini, terlarut dan pelarut bercampur menjadi satu sehingga tidak dapat dibedakan lagi bidang batasnya antara terlarut dan pelarut. Misalnya kita melarutkan satu sendok gula kedalam segelas air lalu kita aduk, setelah beberapa saat gula tersebut larut sempurna kedalam air sehingga kita tidak bisa membedakan lagi mana gula dan mana air, itulah salah satu contoh larutan.

Yang harus kita ketahui tentang larutan adalah :

  • Larutan terdiri dari zat terlarut dan zat pelarut.
    • Zat terlarut adalah zat yang memiliki jumlah lebih sedikit dalam larutan.
    • Zat pelarut adalah zat yang memiliki jumlah lebih banyak dalam larutan.
  • Bersifat homogen, dimana zat terlarut bercampur merata dengan zat pelarut.
  • Larutan dapat berupa zat padat, cair maupun gas.

Contoh Larutan :

Zat Padat

  • Emas 22 karat (biasanya merupakan campuran emas dan perak, atau emas dan tembaga)
  • Kuningan (merupakan paduan logam antara tembaga dan seng)
  • Perunggu (merupakan paduan logam antara tembaga dan timah)

Zat Cair

  • Larutan gula (terlarutnya adalah gula dan pelarutnya adalah air)
  • larutan NaCl (terlarutnya adalah NaCl, pelarutnya adalah air)
  • larutan etanol 90% (terlarutnya adalah etanol 90 %, pelarutnya adalah air 10 %, kalau jumlah pelarutnya lebih kecil dibanding terlarutnya tidak masalah)

Zat Gas

  • Udara (terdiri dari gas nitrogen, gas oksigen dan gas lain)

Pada pembahasan kali ini kita hanya akan membahas larutan dalam fase cair saja dikarenakan menurut teori Arrhenius, suatu zat dapat menghantarkan arus listrik karena zat tersebut dapat terdissosiasi menghasilkan ion-ion yang bergerak bebas dalam larutan.

Berdasarkan daya hantar listriknya larutan dapat dibagi menjadi 2, yaitu larutan elektrolit dan non elektrolit.

larutan elektrolit dan non elektrolit

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik karena menghasilkan ion-ion dalam larutan.
Contoh : minuman berkarbonasi (sprite, fanta, coca-cola, you C 1000)
.

Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik karena tidak menghasilkan ion-ion dalam larutan
Contoh : larutan gula
.

Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Berdasarkan kemampuan menghantarkan listrik, larutan elektrolit dibagi menjadi 2, yaitu larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.

Untuk membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit bisa dilihat dari derajat dissosiasinya atau α nya, dimana elektrolit kuat memiliki α = 1, sedangkan elektrolit lemah memiliki 0 < α < 1.

Rumus Derajat Disosiasi

derajat disosiasi

Larutan Elektrolit Kuat

Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang terbentuk dari senyawa yang terdisosiasi sempurna menjadi ion positif dan ion negatif dalam air.

Ciri-cirinya :

  • Mempunyai derajat ionisasi = 100 % (α = 1)
  • Terionisasi sempurna
  • Menghasilkan nyala lampu terang
  • Menghasilkan banyak gelembung gas disekitar elektrode

Contoh Elektrolit Kuat

  • Asam kuat : HCl, HBr, HI, HNO3, HClO3, HClO4, dan H2SO4
  • Basa kuat : LiOH, NaOH, KOH, RbOH, CsOH, Ca(OH)2, Sr(OH)2, Ba(OH)2
  • Baram yang mudah larut : NaCl, KBr, MgCl2, KNO3, dan sebagainya

Reaksi Ionisasinya

H2SO4 (aq) → 2 H+ (aq) + SO42- (aq)
Ca(OH)2 (aq) → Ca2+ (aq) + 2 OH(aq)
KBr (aq) → K+ (aq) + Br (aq)

Catatan : tanda (→) menunjukkan reaksi irreversible artinya reaksi yang tidak dapat balik.

Larutan Elektrolit Lemah

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang terbentuk dari senyawa yang terdisosiasi sebagian menjadi ion positif dan ion negatif dalam air.

Ciri-cirinya :

  • Mempunyai derajat ionisasi (0<α<1)
  • Terionisasi sebagian
  • Menghasilkan nyala lampu redup/mati
  • Menghasilkan sedikit gelembung gas disekitar elektrode

Contoh Elektrolit Lemah

  • Asam lemah : HF, CH3COOH (asam asetat), H2CO3 (asam karbonat), H3PO4 (asam fosfat), dan sebagainya
  • Basa lemah : NH3 (ammonia), C5H5N (piridin), dan sebagainya
  • Garam yang sukar larut : AgCl, MgCl2, KNO3, dan sebagainya

Reaksi Ionisasinya

  • HF (aq) ↔ H+ (aq) + F (aq)
  • NH4OH (aq) ↔ NH4+ (aq) + OH (aq)

Catatan : tanda (↔) menunjukkan reaksi reversible artinya reaksi yang dapat balik atau reaksi kesetimbangan.

Larutan Non Elektrolit

Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak menghasilkan ion positif dan ion negatif dalam air/tidak menghantar listrik

Ciri-cirinya :

  • Mempunyai derajat ionisasi = 0 (α = 0)
  • Tidak terionisasi
  • Nyala lampu mati
  • Tidak menghasilkangelembung gas disekitar elektrode

Contoh Larutan Non Elektrolit

  • Urea : CO(NH2)2
  • Metanol : CH3OH
  • Etanol : C2H5OH
  • Glukosa : C6H12O6
  • Sukrosa / gula tebu : C12H22O11
  • Kloroform : CHCl3
  • Aseton : C3H6O
  • Benzena : C6H6
  • Naftalena : C10H8

Reaksinya

C6H12O6 (s) → C6H12O6 (aq)

Catatan : reaksi diatas adalah reaksi fisis, dimana hanya terjadi perubahan fase zat dari padat menjadi larutan.

perbedaan larutan elektrolit dan non elektrolit

Hubungan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Dengan Jenis Ikatannya

Larutan elektrolit dapat dihasilkan dari senyawa ion atau senyawa kovalen polar.

Senyawa Ion dapat menghantarkan listrik apabila dilarutkan dalam air atau dalam kondisisi lelehan. Tetapa senyawa ion dalam bentuk padatan tidak dapat menghantar listrik, karena ion-ion penyusunnya tidak dapat bergerak bebas. Senyawa ion tersusun atas kation dan anion, contohnya adalah : NaCl, KBr, CaCl2, dan sebagainya.

Kenapa larutan NaCl dapat mengantar listrik?

Karena larutan NaCl mengandung kation dan anion yang dapat bergerak bebas dalam larutan.

  • Padatan NaCl ketika masuk kedalam air akan terion menjadi Na+ dan Cl
  • Ikatan ion NaCl akan terputus
  • Ion akan dibebaskan secara acak dalam larutan membentuk larutan NaCl
    • Reaksinya : NaCl (aq) → Na+ (aq) + Cl(aq)
  • Ion Na+ dan Cl tertarik ke air membentuk gaya ion – dipol
  • Ion akan dikepung oleh air (tersolvasi), makanya NaCl larut dalam air
solvasi

Senyawa kovalen polar juga dapat menghantar listrik apabila dilarutkan dalam air, dikarenakan dapat diuraikan air membentuk kation dan anion yang bergerak bebas dalam larutan. Senyawa kovalen polar terbentuk dari atom-atom non logam yang memiliki momen dipol tidak sama dengan 0, contohnya adalah : HCl, HBr, HI, dan sebagainya.

Reaksi yang terjadi apabila HCl dilarutkan ke dalam air adalah :

HCl (aq) + H2O (aq) → H3O+ (aq) + Cl (aq)

Contoh Soal Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Contoh Soal 1

Dari zat-zat dibawah ini manakah yang termasuk elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit !

a. CH4
b. NH3
c. Ca(OH)2
d. CH3COOH

Penyelesaian :

a. CH4 adalah senyawa kovalen non polar, termasuk zat non elektrolit.
b. NH3 adalah senyawa kovalen polar, termasuk zat elektrolit lemah.
c. Ca(OH)2 adalah basa kuat, termasuk elektrolit kuat.
d. CH3COOH adalah asam lemah, termasuk elektrolit lemah.

Contoh Soal 2

Dari larutan dibawah ini yang memiliki daya hantar listrik paling baik adalah ?

a. larutan HF 0,2 M
b. larutan H2SO4 0,2 M
c. larutan NaOH 0,2 M
d. larutan AlCl3 0,2 M
e. larutan Ba(OH)2 0,2 M

Penyelesaian :

Karena semua larutan konsentrasi sama semua, maka kita cari jenis larutan yang termasuk elektrolit kuat yaitu : H2SO4, NaOH, AlCl3, Ba(OH)2. Dari larutan elektrolit ini, kita cari lagi yang jumlah ionnya lebih banyak.

H2SO4 → 2 H+ + SO42- (memiliki jumlah ion 3)
NaOH → Na+ + OH (memiliki jumlah ion 2)
AlCl3 → Al3+ + 3 Cl (memiliki jumlah ion 4)
Ba(OH)2 → Ba2+ + 2 OH (memiliki jumlah ion 3)

Jadi AlCl3 memiliki daya hantar listrik paling baik.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *