Korosi : Pengertian, Faktor, Proses, Pencegahan

Korosi : Pengertian, Faktor, Proses, Pencegahan – Pernahkah Anda melihat korosi logam? Anda pasti pernah melihat rantai sepeda yang berwarna kecoklatan, padahal warna asli rantai sepeda tersebut berwarna abu-abu. Hal sama juga terjadi pada rantai pagar rumah yang berwarna kecoklatan juga, fenomena ini disebut korosi logam. Anda pasti bertanya bagaimana korosi itu bisa terbentuk? Mari kita pelajari lebih lanjut tentang korosi ini.

Pengertian Korosi

Suatu proses alami kerusakan logam yang disebabkan karena peristiwa elektrokimia disebut dengan korosi. Kalau dalam kehidupan sehari-hari, korosi ini sering disebut dengan perkaratan. Kerusakan logam tersebut dikarenakan karena adanya interaksi antara logam dengan lingkungan luarnya dalam hal ini adalah air dan oksigen. Korosi dapat mengakibatkan masalah dan kerugian besar apabila terjadi pada kontruksi gedung, jembatan, mobil, kapal, pesawat terbang, dan sebagainya.

pengertian korosi

Baca Juga : Molaritas, Molalitas, Fraksi Mol, Persen Massa dan Persen Volume : Pengertian, Rumus, Contoh Soal

Faktor Penyebab Korosi

Air (H2O) dan Oksigen (O2)

Keberadaan H2O dan O2 sangat mempengaruhi kecepatan korosi, hal ini disebabkan karena O2 merupakan zat oksidator yang akan mengoksidasi besi. Sedangkan H2O dapat bereaksi dengan gas CO2 di udara menghasilkan H2CO3 (zat asam) yang akan memberikan media asam (H+) sehingga akan mempercepat proses korosi.

Kelembaban

Kelembaban udara yang mengandung gas SO2, CO2, NOx akan akan mengakibatkan korosi semakin cepat, karena gas tersebut termasuk oksida asam dimana kalau bereaksi dengan air akan menghasilkan senyawa asam. Contohnya : SO2 + H2O H2SO3 (asam sulfit), dengan adanya asam ini maka proses korosi menjadi lebih cepat karena meningkatkan konsentrasi ion H+.

Zat Elektrolit

Suatu logam akan mengalami korosi lebih cepat apabila dimasukkan ke dalam zat elektrolit (misalnya : air laut, air jeruk) dibandingkan dengan zat non elektrolit (misalnya : air, kloroform).
Hal ini disebabkan karena ion-ion yang terdapat dalam zat elektrolit tersebut akan membantu transfer elektron dari anode ke katode, sehingga reaksi redoksnya lebih cepat.

pH

Dalam kondisi asam (pH < 7) korosi lebih cepat terjadi karena dalam suasana asam semakin banyak ion H+, sebaliknya dalam suasana netral atau basa korosi logam akan sukar mengalami korosi karena semakin sedikit ion H+ nya.

Suhu

Semakin tinggi suhu maka proses korosinya juga akan berlangsung cepat dikarenakan energi kinetik partikel pereaksi akan semakin meningkat, frekuensi tumbukannya semakin besar sehingga mempercepat reaksi redoks antara besi dan berbagai zat di lingkungannya.

Posisi Logam Dalam Deret Volta

Dalam deret kereaktifan logam atau deret volta, logam yang semakin ke kiri maka akan semakin mudah mengalami korosi. Sedangkan logam yang berada di kanan maka akan semakin sukar mengalami korosi. Dalam deret volta logam paling kanan adalah emas (Au), artinya Au logam yang paling sukar mengalami korosi karena memiliki potensial reduksi yang paling besar.

Sel Elektrokimia Logam

Antara logam satu dengan logam yang lain kalau didekatkan akan membentuk sel elektrokimia, dimana kedua logam tersebut akan bertindak sebagai katode dan anode. Misalnya besi (memiliki potensial reduksi lebih kecil) di tempelkan dengan logam tembaga (memiliki potensial reduksi lebih besar) maka akan terjadi reaksi redoks dimana besi mengalami oksidasi sedangkan tembaga mengalami reaksi reduksi.

Proses Terjadinya Korosi

Contoh paling sederhana dari korosi adalah perkaratan besi, dimana prosesnya adalah sebagai berikut :

Proses Terjadinya Korosi
  1. Besi yang bertindak sebagai anode akan mengalami oksidasi :
    • Fe (s) → Fe2+ (aq) + 2e
  2. Elektron yang dilepaskan besi tersebut akan mereduksi oksigen di udara menghasilkan air
    • O2 (g) + 4 H+ (aq) + 4 e → 2 H2O (l)
    • Catatan : ion H+ dalam reaksi diatas dihasilkan dari reaksi H2O dengan gas CO2 di udara menghasilkan asam karbonat (H2CO3). Asam inilah yang akan menghasilkan ion H+, sehingga reaksi keseluruhannya menjadi :
    • 2 Fe (s) + O2 (g) + 4 H+ (aq) → 2 Fe2+ (aq) + 2 H2O (l)
  3. Ion Fe2+ yang dihasilkan dari reaksi di atas akan dioksidasi lagi oleh oksigen diudara menurut persamaan reaksi :
    • 4 Fe2+ (aq) + O2 (g) + (4 + 2X) H2O (l) → 2 Fe2O3.X H2O (s) + 8 H+ (aq)
    • Senyawa Fe2O3 . X H2O atau besi (III) oksida hidrat inilah yang disebut dengan karat (rust), dimana X adalah banyaknya air (hidrat) yang diikat oleh besi (III) oksida.

Baca Juga : Gas Mulia – Pengertian, Sifat, Pembuatan, Kegunaan

Pencegahan Korosi

  1. Proteksi katodik (pengorbanan anode)
    • Menghubungkan logam yang akan dilindungi dengan logam lain (logam pelindung) yang lebih mudah teroksidasi (Eo lebih kecil atau lebih kiri dalam deret Volta).
    • Contoh : Pipa-pipa yang ditanam dalam tanah agar tidak korosi dihubungkan dengan logam Mg, baling-baling kapal
  2. Pelapisan logam
    • Melapisi logam yang akan dilindungi dengan logam lain (logam pelindung) yang lebih sukar teroksidasi (Eo lebih besar atau lebih kanan dalam deret Volta). Cara ini disebut dengan electroplating.
    • Contoh : pelapisan stang sepeda atau knalpot dengan krom.
  3. Perpaduan Logam
    • Antara logam satu dengan logam lain dapat dicampur menjadi satu yang disebut dengan alloy.
    • Contoh : stainless steal yaitu baja tahan karat yang merupakan perpaduan logam besi dengan krom (terbentuknya krom oksida akan melindungi besi dari perkaratan).
  4. Galvanisasi
    • Proses pemberian lapisan seng sebagai pelindung besi dan baja. Dimana seng sebagai anode dan besi sebagai katode.
    • Contohnya : pelapisan besi pada kontruksi bangunan.
  5. Pengecatan
    • Melapisi logam yang akan dilindungi dengan cat agar tidak bersentuhan dengan udara, air atau asam. Teknik ini memiliki kelemahan apabila cat tergores maka bagian yang tergores tadi akan mudah terkorosi.
    • Contoh : pagar rumah dari besi umumnya di cat agar lebih tahan karat dan lebih menarik.
  6. Dilumuri dengan oli
    • Teknik pencegahan korosi ini hanya bersifat sementara, oli merupakan zat inert yang akan melindungi besi dari air, oksigen atau asam dari korosi.
    • Contoh : penggunaan oli untuk rantai sepeda / motor.

Baca Juga : Konsep Redoks (Reduksi dan Oksidasi) : Penjelasan, Contoh Soal

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *