Konsep Redoks (Reduksi dan Oksidasi) : Penjelasan, Contoh Soal

Konsep Redoks (Reduksi dan Oksidasi) : Penjelasan, Contoh Soal – Banyak proses yang terjadi di kehidupan kita adalah reaksi reduksi dan oksidasi (redoks), misalnya perkaratan besi, buah apel yang menjadi coklat setelah dikupas, kita bernafas, penggunaan baterai atau accu untuk menyalakan peralatan listrik, fotosintesis, dan sebagainya. Sebetulnya apa sih oksidasi dan apa reduksi ?

Penjelasan Konsep Redoks

Secara umum ada 3 konsep untuk menjelaskan apa itu oksidasi dan reduksi, berikut adalah penjelasan konsep tersebut :

Konsep Redoks Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Oksigen

Oksidasi adalah reaksi suatu zat yang mengikat oksigen.

Contoh :

  • 4 Fe (s) + 3 O2 (g) → 2 Fe2O3 (s)

Atom Fe yang awalnya sendiri kemudian mengikat oksigen membentuk Fe2O3, maka atom Fe mengalami oksidasi.

  • 2 Mg (s) + O2 (g) → 2 MgO (s)

Atom Mg yang awalnya sendiri kemudian mengikat oksigen membentuk MgO, maka atom Mg mengalami oksidasi.

Reduksi adalah reaksi suatu zat yang melepas oksigen.

Contoh :

  • Fe2O3 (s) + 2 Al (s)Al2O3 (s) + 2 Fe (s)

Senyawa Fe2O3 melepas oksigen membentuk Fe, maka senyawa Fe2O3 mengalami reduksi.

  • MgO (s) + C (s) → Mg (s) + CO (g)

Senyawa MgO melepas oksigen membentuk Mg, maka senyawa MgO mengalami reduksi.

Baca Juga : Persamaan Reaksi Kimia : Pengertian, Cara Menyetarakan, Contoh Soal

Konsep Redoks Berdasarkan Penerimaan dan Pelepasan Elektron

Oksidasi adalah reaksi suatu zat yang melepas elektron.

Contoh :

  • Mg → Mg2+ + 2e

Atom Mg melepas 2 elektron menghasilkan ion Mg2+, maka atom Mg mengalami oksidasi.

  • Al → Al3++ 3e

Atom Al melepas 3 elektron menghasilkan ion Al3+, maka atom Al mengalami oksidasi.

Reduksi adalah reaksi suatu zat yang menerima elektron.

Contoh :

  • Cl + e → Cl

Atom Cl menerima 1 elektron menghasilkan ion Cl, maka atom Cl mengalami reduksi.

  • S + 2e → S2-

Atom S menerima 2 elektron menghasilkan ion S2-, maka atom S mengalami reduksi.

Konsep Redoks Berdasarkan Kenaikan dan Penurunan Biloks

Oksidasi adalah peristiwa kenaikan biloks
Reduksi adalah peristiwa penurunan biloks 

Konsep Reduksi dan Oksidasi - Redoks
Contoh Reaksi Redoks

Dalam reaksi di atas atom Zn mengalami oksidasi karena terjadi kenaikan biloks dari 0 menjadi +2, sedangkan HCl mengalami reduksi karena atom H dalam senyawa HCl terjadi penurunan biloks dari +1 ke 0. Jadi reaksi di atas merupakan reaksi redoks.

Pengertian Bilangan Oksidasi

Bilangan oksidasi adalah besarnya muatan yang dimiliki oleh suatu atom dalam suatu zat. 

Cara Menentukan Bilangan Oksidasi

Cara menentukan bilangan oksidasi dapat dilakukan dengan langkah – langkah dibawah ini :

  1. Atom, molekul unsur, ion monoatomik
    • Bilangan oksidasi suatu unsur bebas atau molekul unsur adalah 0
      • contoh unsur bebas : C, Al, Cu, dll
        • biloks C = 0, biloks Al = 0, biloks Cu = 0
      • contoh molekul unsur : H2, O2, O3, P4, dll (gabungan minimal 2 atom sama)
        • biloks H dalam H2 = 0, biloks O dalam O2 = 0, biloks O dalam O3 = 0, biloks P dalam P4 = 0)
    • Bilangan oksidasi dalam suatu ion monoatomik, sama dengan jumlah muatannya
      • contoh ion monoatomik : Zn2+, Cu+, S2-, N3-
  2. Gabungan minimal 2 atom beda
    • Untuk menentukan bilangan oksidasi suatu senyawa, ion poliatomik, maka harus dicari biloks atom yang diprioritaskan terlebih dahulu.
    • urutannya adalah cari di point A dulu, baru point B kemudian point C.
      • Point A
        • Golongan IA : Li+, Na+, K+, Rb+, Cs+
        • Golongan IA ketika berikatan dengan unsur lain, biloksnya harus +1
        • Golongan IIA : Be2+, Mg2+, Ca2+, Sr2+, Ba2+
        • Golongan IIA ketika berikatan dengan unsur lain, biloksnya harus +2
      • Point B
        • Urutannya : F →  H+ →  O2- →  Cl (prioritasnya dari kiri ke kanan)
      • Point C
        • Kalau di point A dan B tidak ada, pecah senyawanya menjadi kation dan anion
        • (Catatan : unsur yang prioritasnya terendah atau terakhir, biloksnya dicari ya)

Baca Juga : Kovalen Polar dan Nonpolar : Pengertian, Ciri, Contoh Soal

Contoh Soal Konsep Redoks dan Biloks

Contoh Soal 1

Reaksi oksidasi bisa terjadi dengan :
A. pelepasan elektron
B. penambahan elektron valensi
C. pelepasan oksigen
D. penambahan hidrogen
E. penurunan bilangan oksidasi

Penyelesaian :

Reaksi oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen, pelepasan hidrogen, pelepasan elektron, kenaikan biloks. Jadi jawaban yang benar adalah A.

Contoh Soal 2

Tentukan biloks masing-masing unsur dalam senyawa berikut ini
a. NaH
b. H2O2
c. CuO
d. KClO3
e. NH4+
f. Cr2O72-

Penyelesaian :

a. Biloks NaH
NaH terdiri dari 2 atom beda yaitu Na dan H, menurut cara diatas: Na ada di point A dan H ada di point B, maka atom Na lebih prioritas dibanding H, maka atom H kita cari biloknya karena prioritasnya terendah.
Karena biloks Na harus +1 (golongan IA) dan biloks total NaH = 0, maka :

biloks Na + biloks H = 0
1 + biloks H = 0
biloks H = -1

(dipoint B biloks H nya kan +1, tapi karena atom H prioritasnya kalah dibanding Na maka biloks H nya menjadi -1)
jadi dalam senyawa NaH,
biloks Na = +1, biloks H = -1

b. Biloks H2O2
H2O2 terdiri dari 2 atom beda yaitu H dan O, menurut cara diatas: H ada di point B dan O ada di point B juga, karena H lebih dikiri dibanding O maka atom H lebih prioritas dibanding O, maka biloks O kita cari. 
Karena biloks H = +1 dan biloks total H2O2 = 0, maka :

2 . biloks H + 2 . biloks O = 0
2 . (+1) + 2 . biloks O = 0
2 + 2 . biloks O = 0
biloks O = -1

jadi dalam senyawa H2O2, biloks H = +1, biloks O = -1

c. Biloks CuO

CuO terdiri dari 2 atom beda yaitu Cu dan O, menurut cara diatas: Cu ada di point C dan O ada di point B, maka atom O lebih prioritas dibanding Cu, maka biloks Cu kita cari. 
Karena biloks O = -2 dan biloks total CuO = 0, maka :

biloks Cu + biloks O = 0
biloks Cu + (-2) = 0
biloks Cu = +2

jadi dalam senyawa CuO, biloks Cu = +2, biloks O = -2

d. Biloks KClO3

KClO3 terdiri dari 3 atom beda yaitu K, Cl dan O, menurut cara diatas: K ada di point A, Cl ada di point B dan O ada dipoint B juga, maka atom K lebih prioritas dibanding Cl dan O, disusul atom O yang lebih prioritas dibanding Cl (O lebih kiri dibanding Cl), maka biloks Cl kita cari. 
Karena biloks K harus +1 (golongan IA), biloks O = -2 dan biloks total KClO3 = 0, maka :

biloks K + biloks Cl + (3 . biloks O) = 0
+1 + biloks Cl + 3 . (-2) = 0
+1 + biloks Cl + (-6) = 0
biloks Cl = +5 

jadi dalam senyawa KClO3, biloks K = +1, biloks Cl = +5, biloks O = -2

e. Biloks NH4+
NH4+ terdiri dari 2 atom beda yaitu N dan H, menurut cara diatas: N ada di point C dan H ada di point B, maka atom H lebih prioritas dibanding N, maka biloks N kita cari.
Karena biloks H = +1 dan biloks total NH4+ = +1, maka :

biloks N + (4 . biloks H) = +1
biloks N + (4 . (+1)) = +1
biloks N = -3

jadi dalam senyawa NH4+, biloks N = -3, biloks H = +1

f. Biloks Cr2O72-
Cr2O72- terdiri dari 2 atom beda yaitu Cr dan O, menurut cara diatas: Cr ada di point C dan O ada di point B, maka atom O lebih prioritas dibanding Cr, maka biloks Cr kita cari.
Karena biloks O = -2 dan biloks total Cr2O72- = -2, maka :

2 . biloks Cr + (7 . biloks O) = -2
2 . biloks Cr + (7 . (-2)) = -2
2 . biloks Cr + (-14) = -2
biloks Cr = +6

jadi dalam senyawa Cr2O72-, biloks Cr = +6, biloks O = -2

Baca Juga : Teori Asam Basa Arrhenius, Bronsted-Lowry dan Lewis : Contoh Soal

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *