Ikatan Kimia : Pengertian, Jenis, Sifat Fisis

Ikatan Kimia : Pengertian, Jenis, Sifat Fisis – Antar atom dapat membentuk suatu ikatan kimia, pada penjelasan kali ini akan di bahas tentang pengertian ikatan kimia, jenis ikatan kimia dan sifat fisis ikatan kimia.

Pengertian Ikatan Kimia

Ikatan Kimia adalah gaya tarik menarik antar atom dalam molekul atau gabungan ion-ion.

ikatan kimia

Apa tujuan atom berikatan?

Agar konfigurasi elektron atom tersebut stabil seperti gas mulia. Menurut Gilbert N. Lewis pada tahun 1916, atom dikatakan stabil kalau elektron valensinya 8 (oktet) atau elektron valensinya 2 (duplet) khusus untuk atom periode pertama.

Ada 3 cara agar atom dapat mencapai oktet

  1. Atom akan melepaskan elektron valensinya. 
  2. Atom akan menerima elektron dari atom lain. 
  3. Atom akan memasangkagkan elektronnya secara bersama dengan atom lain. 

Cara membedakan atom logam dan non logam

  1. Dengan melihat ektron valensi 
  • Atom yang memiliki elektron valensi 1,2,3 cenderung logam (kecuali H dan B), atom tersebut akan melepaskan elektron valensinya agar oktet. 
  • Atom yang memiliki elektron valensi 4,5,6,7 cenderung nonlogam, atom tersebut akan menerima elektron agar oktet.

Tabel untuk melihat atom logam atau non logam

tabel perbedaan logam dan non logam

(catatan : cara ini digunakan untuk tipe soal yang simbol atomnya tidak sebenarnya, contohnya : atom A, atom B, dan seterusnya)

2. Menghafal atom non logam

Ada sekitar 120-an unsur yang ada di sistem periodik, dimana jumlah atom non logamnya lebih sedikit dibanding atom logam. Maka kita dapat menghafal atom non logam dalam sistem periodik unsur tersebut. Atom non logam tersebut adalah :

IA : H Hidrogen
IIA : Be Berilium
IIIA : B Boron
IVA : C, Si Carbon, Silikon
VA : N, P, As Nitrogen, Fosfor, Arsen
VIA : O, S Oksigen, Sulfur
VIIA : F, Cl, Br, I Fluor, Klor, Brom, Iod 
VIIIA : Kr, Xe Kripton, Xenon 

Baca juga : Senyawa Hidrokarbon : Pengertian, Identifikasi, Klasifikasi

Jenis Ikatan Kimia

Jenis ikatan kimia ada ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam.

Ikatan Ion atau Elektrovalen 

Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk antara atom logam dan non logam yang ditandai adanya serah terima elektron.

Ciri-ciri ikatan ion

  • Tersusun atas atom LOGAM dan NON LOGAM. 
  • Terjadi gaya elektrostatik (tarik-menarik) antara ion positif dan negatif. 
Contoh Senyawa Ion NaCl
Senyawa Ion NaCl

Contoh Soal Ikatan Ion

Apabila atom A (Z = 12) berikatan dengan atom B (Z = 15), maka rumus senyawa yang terbentuk dan jenis ikatannya adalah ?

Penyelesaian :

Pertama kita harus mencari tahu elektron valensi atom A dan B dengan cara membuat konfigurasi elektronnya.

12A : 1s2 2s2 2p6 3s2 → 2 . 8 . 2 → A2+

(Karena atom A elektron valensinya 2, maka atom A adalah logam), agar oktet maka atom A harus melepaskan 2 elektron valensinya sehingga menjadi A2+.

15B : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3 → 2 . 8 . 5 → B3-

(Karena atom B elektron valensinya 5, maka atom B adalah nonlogam), agar oktet maka atom B harus menerima 3 elektron sehingga menjadi B3-.

Ion A2+ dan B3- dikali silang sehingga menghasilkan senyawa A3B2, dan jenis ikatannya ion (karena terbentuk dari logam dan non logam).

Ikatan Kovalen 

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian bersama pasangan elektron antar 2 atom non logam.

Ciri-ciri ikatan kovalen

  • Tersusun atas atom NON LOGAM dan NON LOGAM.
  • Antara atom non logam saling memasangkan elektronnya dalam pembentukan ikatan.

Contoh Soal Ikatan Kovalen

Apabila atom X (Z = 15) berikatan dengan atom Y (Z = 16), maka rumus senyawa yang terbentuk dan jenis ikatannya adalah ?

Penyelesaian :

Pertama kita harus mencari tahu elektron valensi atom X dan Y dengan cara membuat konfigurasi elektronnya.

15X : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3 → 2 . 8 . 5 → X3-

(karena atom X elektron valensinya 5, maka atom X adalah nonlogam), agar oktet maka atom X harus menerima 3 elektron sehingga menjadi X3-.

16Y : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 → 2 . 8 . 6 → Y2-

(Karena atom Y elektron valensinya 6, maka atom Y adalah nonlogam), agar oktet maka atom Y harus menerima 2 elektron sehingga menjadi Y2-.

Ion X3- dan Y2- dikali silang sehingga menghasilkan senyawa X2Y3, dan jenis ikatannya kovalen (karena nonlogam dan non logam)

Baca juga : Bilangan Kuantum – Pengertian, Contoh Soal, Bentuk Orbital

Jenis Ikatan Kovalen 

  • Ikatan Kovalen Tunggal 

Ikatan kovalen tunggal melibatkan penggunaan bersama 1 pasangan elektron.

Contoh : HCl, H2, PCl5, BF3, dan lain-lain.

  • Ikatan kovalen rangkap 2 

Ikatan kovalen rangkap 2 melibatkan penggunaan bersama 2 pasangan elektron.
Contoh : CO2, O2, dan lain-lain
.

  • Ikatan kovalen rangkap 3 

Ikatan kovalen rangkap 3 melibatkan penggunaan bersama 3 pasangan elektron.
Contoh : N2

  • Ikatan Kovalen Koordinasi 

Ikatan kovalen koordinasi merupakan ikatan yang terjadi dimana pasangan elektron ikatan hanya berasal dari satu atom.

Ikatan kovalen koordinasi disebut juga ikatan dativ atau semipolar
Contoh : SO2, H2
SO4, Cl2O7, dan lain-lain.

jenis-jenis ikatan kovalen
Jenis Ikatan Kovalen

Ikatan Logam

Ikatan logam adalah ikatan yang terbentuk dari gaya tarik menarik antara ion-ion positif dari atom logam dengan muatan negative dari ion-ion yang bergerak bebas atau mengalami delokalisasi.
Ikatan Logam

gambar ikatan logam
Ikatan Logam

Contoh Ikatan Logam

Logam Fe (besi), Cu (tembaga), Ag (perak)

Sifat Fisis Ikatan Kimia

Ikatan kimia yang terjadi dalam suatu senyawa memiliki sifat fisis tertentu, untuk membedakan sifat fisis antara senyawa ion, senyawa kovalen dan logam dapat dijelaskan penjelasannya di bawah ini :

Sifat Fisis Senyawa Ion

  1. Memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi (≥ 500 °C) 
  2. Keras tetapi rapuh 
  3. Berbentuk padat pada suhu ruang 
  4. Larut dalam pelarut air, tetapi umumnya tidak larut dalam pelarut organik
  • Fase padat : tidak menghantar listrik 
  • Leburan : menghantar listrik 
  • Larutan : menghantar listrik 

Sifat Fisis Senyawa Kovalen

  1. Memiliki titik didih dan titik leleh yang lebih rendah 
  2. Bersifat lunak dan tidak rapuh 
  3. Berbentuk gas, cairan, atau padat pada suhu ruang 
  4. Biasanya tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik
tabel perbedaan kovalen polar dan non polar
Perbedaan Senyawa Kovalen Polar dan Non Polar

Sifat Fisis Logam

  1. Memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi 
  2. Memiliki sifat keras tetapi mudah dibengkokkan (lentur) dan tidak mudah patah jika ditempa 
  3. Berbentuk padat pada suhu ruang 
  4. Penghantar listrik yang baik 
  5. Mempunyai permukaan yang mengkilap 
  6. Memberi efek foto listrik dan efek termionik 

Baca juga : Menentukan Perubahan Entalpi (ΔH) : Rumus, Cara, Contoh Soal

Tinggalkan komentar