Halogen (Golongan VIIA) : Pengertian, Sifat, Reaksi, Pembuatan, Kegunaan

Halogen (Golongan VIIA) : Pengertian, Sifat, Reaksi, Pembuatan, Kegunaan – golongan VIIA dapat ditemukan dalam tabel sistem periodik disebelah kanan, tepatnya disebelah kiri gas mulia (golongan VIIIA). 
kenapa golongan VIIA disebut halogen ? Berikut penjelasannya :

Pengertian Halogen (Golongan VIIA)

Halogen adalah semua unsur yang terletak dalam golongan VIIA yang mudah bereaksi dengan logam membentuk garam (halos = garam, genes = pembentuk).

Golongan VIIA sangat reaktif (memiliki keelektronegatifan besar) sehingga tidak dijumpai dialam dalam keadaan bebas, tetapi dalam bentuk senyawa.

Unsur Golongan Halogen

Unsur golongan halogen terdapat pada tabel dibawah ini

unsur golongan halogen - golongan VIIA
Unsur Halogen

Halogen di Alam

Halogen di alam banyak dijumpai dalam dalam bentuk garam atau senyawanya, hal ini terjadi karena kereaktifan unsur halogen, berikut ini adalah mineral halogen di alam : 

  • Fluorin terdapat pada mineral fluorspar (CaF2), kriolit (Na3AlF6), fluorapatit [Ca3(PO4)2]3CaF2
  • Klorin, bromin, dan iodin terdapat pada air laut dalam bentuk garam-garam halida dari natrium, kalium, magnesium, dan kalsium
  • Iodin, ditemukan didaerah Chili sebagai natrium iodat (NaIO3) yang bercampur dengan NaNO3 (sendawa Chili), dalam beberapa jenis lumut dan ganggang laut serta dalam air tanah
  • Astatin, tidak dijumpai di alam karena unsur ini bersifat radioaktif, mudah berubah menjadi unsur lain yang lebih stabil

Sifat Halogen (Golongan VIIA)

  • Dalam keadaan bebas membentuk molekul diatomik X2 dimana X = F, Cl, Br, I 
    • Contoh = F2, Cl2, Br2, I2
  • sangat berbahaya terhadap mata dan tenggorokan, mempunyai bau merangsang
  • warna dan wujud
sifat unsur halogen - golongan VIIA
  • Jari-jari atom dari atas kebawah semakin besar karena jumlah kulit semakin banyak
  • Titik didih/leleh dari atas ke bawah semakin besar karena Massa Molekul relatif (Mr) semakin besar sehingga gaya London/dispersi semakin kuat
  • Halogen mudah tereduksi atau mudah menerima elektron (oksidator kuat), dari atas kebawah sifat oksidatornya semakin lemah
  • Keelektronegatifan dari atas ke bawah semakin kecil

Sifat-sifat Asam Halida (HX)

  • Kekuatan asam halida : HI > HBr > HCl > HF

Alasan : karena jari-jari HI paling besar (memiliki kulit paling banyak) akibatnya ikatan kovalen makin lemah, sehingga ion H+ mudah lepas. Semakin mudah melepaskan ion H+ maka kekuatan asam semakin besar.

  • Titik didih asam halida : HF > HI > HBr > HCl

Alasan : HF memiliki ikatan hidrogen sehingga titik didihnya paling tinggi, sedangkan HCl, HBr dan HI hanya memiliki ikatan Van der Waals. Karena Mr HI > HBr > HCl maka semakin banyak pula jumlah elektron yang dimilikinya. Semakin banyak elektron maka semakin kuat gaya antar molekulnya sehingga lebih banyak energi untuk memutus ikatan, akibatnya titik didih HI > HBr > HCl.

  • Sifat asam oksi halida : HClO4 > HClO3 > HClO2 > HClO

Alasan : biloks Cl dalam HClO4 memililiki biloks paling tinggi = +7, maka akan mudah melepas ion H+ sehingga kekuatan asam semakin meningkat.

Baca Juga : Gas Mulia – Pengertian, Sifat, Pembuatan, Kegunaan

Reaksi Kimia Halogen (Golongan VIIA)

  1. Halogen bereaksi dengan logam menghasilkan garam halida
    • Contoh :
      • 2 Na + Cl2 → 2 NaCl
      • Ca + Br2 → CaBr2
      • 2 Fe + 3 Cl2 → 2 FeCl3
        • Atom Fe memiliki biloks Fe2+ dan Fe3+ karena halogen adalah oksidator kuat maka logam yang dihasilkan memiliki biloks tertinggi.
  2. Halogen bereaksi dengan metaloid
    • Contoh :
      • 2 B + 3 Cl2 → 2 BCl3
      • Si + 2 Cl2 → SiCl4
  3. Halogen bereaksi dengan non logam
    • Contoh :
      • P4 + 6 Cl2 → 4 PCl3 (dengan klorin terbatas)
      • P4 + 10 Cl2 → 4 PCl5 (dengan klorin berlebih)
    • Catatan :
      • Khusus atom P, As, Sb apabila direaksikan dengan halogen terbatas akan menghasilkan senyawa halogen trihalida, sedangkan apabila direaksikan dengan halogen berlebih akan menghasilkan senyawa halogen pentahalida
  4. Halogen bereaksi dengan gas hidrogen H2 menghasilkan asam halida HX
    • Contoh :
      • H2 + Cl2 → 2 HCl
    • Catatan :
      • F2 dan Cl2 bereaksi hebat dengan H2 menghasilkan ledakan, sedangkan Br2 dan I2 bereaksi lambat dengan gas H2
  5. Halogen bereaksi dengan air
    • F2 bereaksi hebat dengan H2O menghasilkan HF dan gas O2
      • Contoh :
        • 2 F2 + 2 H2O → 4 HF + O2
        • HF tidak boleh ditempatkan dalam botol kaca karena ternyata dapat bereaksi
        • reaksi : SiO2 + 4 HF → SiF4 + 2 H2O
    • Cl2 dan Br2 bereaksi dengan air menghasilkan reaksi disproporsionasi atau (autoredoks)
      • Contoh :
        • Cl2 + H2O → HCl + HClO
    • I2 tidak bereaksi dengan air, tetapi bereaksi dengan larutan I menghasilkan ion poliiodida
      • Contoh :
        • I2 + II3
  6. Halogen bereaksi dengan basa menghasilkan reaksi disproporsionasi (autoredoks) kecuali F2
    • Contoh :
    • klorin direaksikan dengan NaOH pada suhu kamar, akan menghasilkan NaCl dan NaClO
      • Cl2 (g) + 2 NaOH (aq) → 2 NaCl (aq) + NaClO (aq) + H2O (l)
    • klorin direaksikan dengan NaOH panas akan terbentuk NaCl dan NaClO3
      • 3 Cl2 (g) + 6 NaOH (aq) → 5 NaCl (aq) + NaClO3 (aq) + 3 H2O (l)
  7. Raksi antar halogen
    • Reaksi antar halogen dapat membentuk senyawa antar halogen dengan rumus :
      • X2 + n Y2 → 2 XYn
    • Dimana : Y adalah halogen yang lebih elektronegatif, dan n adalah bilangan ganjil 1, 3, 5, atau 7
      • I2 + 7 F2 → 2 IF7
      • Br2 + 5 F2 → 2 BrF5
      • Cl2 + 3 F2 → 2 ClF3
  8. Reaksi pendesakan antar halogen
    • Halogen yang diatas dapat mendesak halogen yang dibawah dari senyawanya
    • Contoh :
      • F2 (g) + 2 NaCl (aq) → 2 NaF (aq) + Cl2 (g)
      • Cl2 (g) + 2 NaF (aq) → tidak bereaksi

Baca Juga : Konfigurasi Elektron – Pengertian, Aturan, Contoh

Pembuatan Halogen (Golongan VIIA)

Pembuatan halogen dapat dilakukan dengan berbagai cara dari senyawanya, biasanya halogen dapat diperoleh dengan cara elektrolisis dan oksidasi.

Flour

Flour dapat dibuat dengan elektrolisis cairan HF yang dicampur dengan lelehan KF pada suhu 80-100 °C

Reaksinya :

2 HF (l) → H2 (g) + F2 (g)

Klor

  • Klor dapat dibuat melalui proses Deacon, dimana reaksinya adalah :

4 HCl (aq) + O2 (g)2 H2O (l) + 2 Cl2 (g)

Katalis yang digunakan adalah CuCl2

  • Klor dapat dibuat juga melalui elektrolisis lelehan NaCl, reaksinya adalah :

2 NaCl (l)Na+ (l) + 2 Cl (l)

Katode : 2 Na+ (l) + 2e → 2 Na (s)
Anode : 2 Cl (l) → Cl2 (g)+ 2e
Reaksi sel : 2 NaCl (l) → 2 Na (s) + Cl2 (g)

Brom

Brom dapat dibuat dari larutan garam air laut yang mengandung ion Cl dan Br, karena dengan adanya ion Cl maka ketika dialirkan gas Cl2 maka akan terbentuk gas Br2

Reaksi :

Cl2 + Br → Cl + Br2

Iodium

  • Iodium dapat dibuat dari elektrolisis larutan garam NaI pekat.

Reaksinya :

2 Na+ + 2 I + 2 H2O → 2 Na+ + 2 OH + I2 + H2

  • Iodium dapat dibuat dengan mereaksikan NaIO3 dengan H2SO3

Reaksinya :

2 IO3 + 5 HSO3 → 5 SO42- + H2O + I2 + 3 H+

Kegunaan Halogen (Golongan VIIA)

Kegunan halogen dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak, mungkin tanpa kita sadari bahwa barang yang kita temui itu sebetulnya terbuat dari halogen. Berikut ini kegunaan halogen:

Fluorin (F)

  • HF = mengetsa/mengukir kaca
  • Freon-12 (CF2Cl2) = pendingin (refrigerant) pada AC dan lemari es
  • NaF = pengawet kayu
  • Tetrafluoro etena (C2F4) = teflon atau panci anti lengket

Klorin (Cl)

  • Gas Cl2 = sebagai desinfektan
  • KCl = pupuk tanaman
  • DDT (dikloro difenil trikloroetana) = sebagai insektisida
  • PVC (polivinil klorida) = pembuatan pipa
  • CHCl3 (kloroform) = pelarut organik dan obat bius
  • KClO3 = bahan baku petasan dan korek api
  • Ca(OCl)2 (kaporit) = zat desinfektan pada air
  • NaClO dan Ca(OCl)2 = zat pengelantang/pemutih pakaian
  • NH4Cl = untuk elektrolit pada batu baterai
  • NaCl = garam dapur, pengawet

Bromin (Br)

  • NaBr = obat penenang syaraf
  • CH3Br = zat pemadam kebakaran
  • C2H4Br2 = meningkatkan mutu bensin
  • AgBr = fotografi

Iodin (I)

  • I2 = untuk uji amilum pada karbohidrat
  • I2 dalam alkohol = obat antiseptik
  • KI = obat anti jamur
  • CHI3 (iodoform) : zat antiseptik
  • NaI, KIO3, NaIO3 : campuran garam dapur untuk pencegah penyakit gondok

Baca Juga : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi dan Teori Tumbukan

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *