Gas Mulia – Pengertian, Sifat, Pembuatan, Kegunaan

Gas Mulia – Pengertian, Sifat, Pembuatan, Kegunaan Dalam sistem periodik terletak pada kolom sebelah kanan, yang terdiri dari He (Helium), Ne (Neon), Ar (Argon), Kr (Kripton), Xe (Xenon) dan Rn (Radon).

Pengertian Gas Mulia

Gas mulia adalah semua unsur golongan VIIIA dimana pada suhu kamar berberbentuk gas monoatomik dan sifatnya sangat stabil. Gas mulia sering disebut golongan 0 (nol) karena unsur yang termasuk dalam golongan ini memiliki elektron valensi 0, yang artinya gas mulia sukar bereaksi dengan unsur lain untuk membentuk senyawa. (tetapi itu teori dahulu ya, 0 itu hanya menandakan sukarnya gas mulia bereaksi)

pengertian gas mulia

Kenapa gas mulia sukar bereaksi ?

  1. Memiliki konfigurasi electron yang stabil, dimana electron valensinya 8 (oktet) kecuali He yang memiliki electron valensi 2 (duplet) 
  2. Memiliki energi ionisasi sangat besar

Unsur-unsur gas mulia

Unsur-unsur gas mulia golongan VIIIA dirangkum dalam tabel dibawah ini

unsur-unsur gas mulia (golongan VIIIA)

Tentang gas mulia

  • Gas mulia yang paling banyak di temukan di alam semesta adalah Helium, karena He adalah penyusun dari matahari dan bintang
  • Gas mulia yang paling banyak di temukan di udara adalah Argon
  • Gas mulia yang pertama ditemukan adalah Argon (ditemukan oleh William Ramsey)
  • Senyawa gas mulia yang pertama disintesis adalah XePtF6 (Xenon heksafluoro platinat) oleh Neil Bartlett
  • Gas mulia yang paling sedikit dijumpai adalah Radon karena bersifat radioaktif (mudah meluruh/berubah menjadi unsur lain)

Baca juga : Diagram Fase Zat : Pengertian, Contoh Soal

Sifat-Sifat Gas Mulia 

Sifat-sifat gas mulia dari atas ke bawah (dalam golongan), mulai dari Helium sampai dengan Radon adalah :

sifat unsur-unsur gas mulia (golongan VIIIA)
  • Jari-jari atom semakin besar karena jumlah kulit semakin banyak, semakin banyak kulit maka jarak inti atom ke elektron terluar semakin besar
  • Energi ionisasi makin kecil karena jari-jari atom semakin besar sehingga gaya tarik electron terhadap inti semakin kecil, sehingga energi untuk melepas elektron terluar semakin kecil
  • Titik didih/leleh semakin tinggi karena semakin besar massa atom relative (Mr) nya maka  gaya London/dispersinya nya juga semakin kuat akibatnya semakin tinggi energi yang diperlukan untuk memutus ikatan tersebut
  • Kereaktifan semakin besar karena jari-jari atomnya semakin panjang sehingga semakin mudah melepas elektron

Semua gas mulia merupakan  gas monoatomik, tidak berbau, tidak berwarna, tidak ada rasanya dan sedikit larut dalam air, kecuali helium dan neon.

Baca juga : Sifat Koligatif Larutan : Pengertian, Contoh Soal, Penerapan

Pembuatan gas mulia

Pembuatan gas mulia dapat diperoleh dengan cara cara dibawah ini :

  • Gas Mulia diperoleh dengan cara sulingan bertingkat udara cair, dengan cara sebagai berikut :

Udara dicairkan dengan jalan didinginkan dengan tekanan yang besar, yaitu sampai suhu di bawah titik didihnya. Kemudian suhu dinaikkan perlahan-lahan, maka gas mulia akan menyuling kembali pada titik didihnya.

  • Gas Argon (Ar) dapat pula diperoleh dengan memanaskan campuran udara dengan kalsium karbida CaC2, pada pemanasan ini gas N2 dan gas O2 di udara berikatan dengan CaC2.

Reaksinya : 

O2 +  N2 + 3 CaC2 → Ca(CN)2 + 2 CaO + 5 C + Ar

  • Radon diperoleh dari peluruhan radioaktif isotop Radium-226

Reaksinya :

88Ra22686Rn222 + 2α4

Pembuatan Senyawa Gas Mulia

Pembuatan senyawa gas mulia pertama kali dilakukan oleh Neil Bartlett, orang pertama yang membuat senyawa gas mulia XePtF6 (Xenon heksafluoro platinat) caranya dengan mereaksikan Xenon dengan suatu oksidator kuat PtF6 (xenon heksa fluorida)

Reaksi :

Xe + PtF6 → XePtF6  (serbuk berwarna kuning kemerahan)

Dengan penemuan ini maka hilanglah anggapan bahwa unsur gas mulia tidak dapat bereaksi dengan unsur/senyawa lain. Sampai saat ini hanya Kr, Xe dan Rn yang baru dapat disintesis dengan unsur lain karena memiliki energi ionisasi yang rendah dibanding He dan Ne. Unsur yang dapat bereaksi dengan Kr, Xe dan Rn hanya unsur yang keelektronegatifannya tinggi seperti F (flour) dan O (oksigen). Jika campuran Xe dan gas F2 berlebih dipanaskan pada suhu 400 °C pada tekanan 6 atm selama 6 jam, maka akan terjadi reaksi :

Xe + F2 → XeF2 (xenon difluorida)
Xe + 2 F2 → XeF4 (xenon tetrafluorida)
Xe + 3 F2 → XeF6 (xenon heksafluorida)

ketiga senyawa tersebut sangat reaktif, oksidator kuat dan apabila bereaksi dengan air akan memnghasilkan HF

2 XeF2 (s) + 2 H2O (l) → 2 Xe (g) + O2 (g) + 4 HF (aq/g)
6 XeF4 (s) + 12 H2O (l) → 4 Xe (g) + 3 O2 (g) + 2 XeO3 (s) + 24 HF (aq/g)
XeF6 (s) + H2O (l) → XeOF4 (s) + 2 HF (aq/g)

Senyawa Kripton dan Radon

  • Senyawa kripton : KrF2

Kr (g) + F2 (g) → KrF2 (s)

  • Senyawa radon : RnF2

Rn (g) + F2 (g) → RnF2 (s)

Kegunaan gas mulia

Kegunaan gas mulia dalam kehidupan ini banyak banget, diantaranya adalah :

Helium

  • Sebagai pengisi balon udara, hal ini dikarenakan helium adalah gas yang tidak mudah terbakar dan ringan
  • Campuran helium dan oksigen (80% : 20%) untuk pengisi tabung penyelam, pekerja tambang, penderita penyakit asma
  • He digunakan oleh penyelam karena memiliki kelarutan yang rendah sehingga tidak larut dalam darah meskipun pada tekanan yang tinggi
  • Helium cair untuk refrigerant/pendingin (misalnya pada reaktor nuklir)

Neon

  • Neon biasanya digunakan untuk mengisi lampu neon, lampu reklame, dan mengisi tabung televisi.

Argon

  • Digunakan untuk pengisi bola lampu pijar/lampu filamen
  • Digunakan argon didalam lampu karena ternyata logam filamen dalam bola lampu tidak terbakar ketika didalamnya ada gas argon
  • Digunakan dalam tabung pemadam kebakaran
  • Untuk menghasilkan atmosfer inert dalam proses metalurgi pada suhu tinggi (misalnya pengelasan), atmosfer inert ini untuk menghindari oksidasi

Kripton

  • Kripton digunakan buat lampu pada landasan pacu pesawat
  • Lampu kilat untuk fotografi kecepatan tinggi

Xenon

  • Xenon dapat digunakan dalam pembuatan lampu untuk bakterisida (pembunuh bakteri)
  • Pembuatan tabung electron
  • Digunakan buat anastesi (pembiusan)

Radon

  • Radon dapat digunakan dalam terapi radiasi pengobatan kanker
  • Radon juga dapat berperan sebagai sistem peringatan gempa, Karena bila lempeng bumi bergerak kadar radon akan berubah sehingga bisa diketahui bila adanya gempa dari perubahan kadar radon

Baca juga : Molaritas, Molalitas, Fraksi Mol, Persen Massa dan Persen Volume : Pengertian, Rumus, Contoh Soal

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *