Asam Amino Non Esensial : Pengertian, Jenis, Fungsi, Sumber

Asam amino adalah jenis senyawa organik yang mengandung gugus amino dan karboksil yang sangat penting dalam proses metabolisme dalam tubuh. Selain sebagai penyusun protein, asam amino juga banyak terlibat dalam reaksi kimia dalam tubuh manusia. Berdasarkan kemampuan mensintesisnya, asam amino secara umum dibagi menjadi 2 yaitu asam amino esensial dan non esensial.

Kita tahu bahwa asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat diciptakan sendiri oleh tubuh tanpa asupan makanan. Kimia-science7 akan membahas dari mana asam amino ini dapat diperoleh sehingga kita tidak perlu khawatir lagi kekurangan asam amino ini.

Asam amino juga membantu pertumbuhan dan perbaikan sel-sel jaringan tubuh, tanpanya kita tidak dapat memproduksi antibodi, mempercepat pertumbuhan otot atau menjegah infeksi. Mereka juga menjaga kulit kita agar tetap sehat dan melindungi kita dari penyakit kanker.

Setiap asam amino umumnya terdiri dari atom karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, sulfur dan fosfor. Anda dapat menemukan asam amino melalui sumber makanan berikut : kedelai, keju , yogurt, kuning telur, tuna, salmon, dan masih banyak lagi.

Pengertian Asam Amino Non Esensial

Asam amino esensial adalah asam amino yang diperoleh atau didapatkan dari makanan, kita harus mengkonsumsi makanan tertentu untuk menyuplai asam amino ini karena tidak disintesis oleh tubuh. Yang termasuk asam amino esensial ini adalah : isoleusin, leusin, fenilalanin, lisin, metionin, triptofan, treonin dan valin.

Apa itu asam amino non esensial? Asam amino non esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh dalam kondisi tertentu, tanpa harus mendapatkannya dari makanan. Yang termasuk asam amino non esensial ini adalah : asam aspartat, alanin, glutamin, glisin, sistein, serin, asparagin, asam glutamat, tirosin, dan prolin. Apabila anda seorang vegetarian, maka berhati-hatilah karena asam amino ini tidak anda dapatkan dari makanan.

Asam Amino Non Esensial
Asam Amino Non Esensial

Jenis Asam Amino Non Esensial

Berikut adalah 10 jenis asam amino non esensial dan fungsinya yang harus anda ketahui :

Asam Glutamat

Asam glutamat merupakan asam amino yang mengandung 2 gugus karboksil (−COOH), termasuk salah satu asam amino non esensial. Asam amino ini memiliki simbol Glu atau E dan memiliki peranan penting untuk sintesis protein, memegang peranan penting dalam sistem kekebalan dan pencernaan, serta produksi energi. Tempat untuk menyimpan dan memproduksi asam amino ini di jaringan otot.

Fungsi Asam Glutamat

  • Asam glutamat merupakan neurotransmitter rangsang penting dalam sistem saraf pusat dan otak.
  • Membantu mengatur transmisi neuron dan fungsi pertahanan.
  • Asam glutamat juga penting dalam sintesis protein, serta mengkatalisis reaksi yang menghasilkan berbagai molekul termasuk peptida, amina, monosakarida, dan asam dikarboksilat.
  • Asam glutamat adalah zat antara dalam siklus asam sitrat, dapat dimetabolisme oleh glutamat dehidrogenase menjadi alfa-ketoglutarat.
  • Sebagai prekursor GABA (asam gamma-aminobutirat). GABA adalah neurotransmitter penghambat, GABA memiliki efek kebalikan dari asam glutamat dan membantu mengurangi aktivitas dalam sistem saraf pusat.

Glutamin

Glutamin adalah salah satu asam amino non-esensial yang memiliki simbol Gln atau Q, yang befungsi untuk menjaga sistem kekebalan dan mengatasi masalah saraf. Dalam darah manusia, glutamin adalah asam amino dengan kadar paling tinggi, yaitu sekitar 20 %. Senyawa ini terikat melalui ikatan peptida yang membuatnya stabil.

Fungsi Glutamin

  • Glutamin adalah asam amino yang penting dalam memberikan sistem kekebalan tubuh.
  • Asam amino ini dapat diubah menjadi glukosa (gula darah) oleh hati, dan juga membantu mempertahankan massa otot.
  • Glutamin membantu pencernaan, dan membantu mempercepat proses penyembuhan luka dan luka bakar.
  • Asam amino ini juga dapat membantu orang yang menderita sakit maag.
  • Berperan penting dalam menjaga kesehatan dan fungsi sel-sel dalam tubuh Anda.
  • Glutamin juga bermanfaat bagi orang yang mengalami stres berat.

Baca Juga : Glutamin Adalah Asam Amino

Prolin

Prolin adalah asam amino non-esensial yang memiliki simbol Pro atau P, dapat diproduksi di hati dari ornitin, glutamin, dan glutamat. Prolin adalah salah satu asam amino utama yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun kolagen.

Prolin ini termasuk protein struktural yang diperlukan untuk membuat serat elastis yang ditemukan di kulit, tulang, ligamen, dan tendon. Bersama dengan lisin dan vitamin C, prolin diubah menjadi hidroksilisin dan hidroksiprolin untuk membantu membentuk kolagen.

Fungsi Prolin

  • Memperlambat proses penuaan dan meningkatkan kesehatan kulit.
  • Prolin terdapat pada pembalut medis yang memanfaatkan fragmen kolagen untuk memulai penyembuhan luka.
  • Menjegah penyakit serangan jantung.

Asam Aspartat

Asam amino ini memiliki simbol Asp atau D, dikenal dalam dua bentuk yaitu asam L-aspartat dan asam D-aspartat. Dalam protein lebih banyak ditemukan dalam bentuk asam L-aspartat, sedangkan dalam peran biologis asam D-aspartat lebih terbatas. Asam L-aspartat sering disebut sebagai L-aspartat, atau hanya asam aspartat.

Asam amino non-esensial ini memiliki peran penting dalam siklus Krebs, juga dikenal sebagai siklus asam sitrat. Dalam proses ini asam amino disintesis seperti : lisin, asparagin, metionin, arginin, treonin, isoleusin, dan beberapa nukleotida.

Asam aspartat sangat penting dalam produksi energi dan memainkan peran penting dalam proses metabolisme. Asam aspartat digolongkan sebagai neurotransmitter asam amino rangsang dan diperlukan untuk merangsang sistem saraf pusat.

Fungsi Asam Aspartat

  • Membantu produksi RNA dan DNA
    • Asam aspartat juga terlibat dalam sintesis asam nukleat, materi genetik penyusun DNA. Dengan adanya asam aspartat, tubuh dapat menghasilkan DNA dan RNA. Asam amino ini membantu pengangkutan mineral yang dibutuhkan oleh sel untuk mereplikasi DNA dan RNA.
  • Menghilangkan racun dalam tubuh.
    • Asam aspartat membantu menghilangkan racun seperti amonia, sebagai produk sampingan dari aktivitas sel dalam tubuh. Jika kadar amonia berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada hati, sistem saraf, dan otak.
  • Untuk memproduksi energi
    • Asam aspartat sangat penting untuk menghasilkan aktivitas sel, mengangkut molekul koenzim NADH (Nikotinamida Adenin Dinukleotida) dari sel ke dalam mitokondria. Di sini NADH digunakan untuk menghasilkan ATP (Adenosin Trifosfat). Koenzim ini diperlukan untuk mengangkut energi kimia ke seluruh sel, memfasilitasi proses metabolisme.
    • Oleh karena itu, semakin tinggi ketersediaan NADH di dalam sel, semakin banyak ATP yang dapat diproduksi pada metabolisme sehingga akan menghasilkan banyak energi bagi tubuh.
  • Membentuk kekebalan tubuh
    • Asam aspartat diperlukan untuk produksi imunoglobulin dan antibodi. Ini adalah molekul glikoprotein yang diproduksi oleh sel darah putih (sel plasma) yang merupakan komponen penting untuk fungsi kekebalan tubuh.
  • Terlibat dalam pembuatan asam amino lain, seperti asam glutamat dan alanin.
    • (Asam glutamat adalah nutrisi otak penting yang membantu fungsi memori, sedangkan alanin digunakan untuk metabolisme lemak, merupakan salah satu bahan penyusun hemoglobin, zat pembawa oksigen dalam darah).
  • Menjaga fungsi otak, seperti : memori, pembelajaran, dan mengontrol proses mental.
  • Asam amino ini terlibat dalam reaksi kimia metabolisme dan membantu mengontrol kadar gula darah.
  • Asam aspartat juga membantu membuat karnitin, nutrisi yang berperan penting dalam membantu tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi.
    • Karnitin penting untuk energi fisik dan mental.

Asparagin

Asparagin adalah asam amino pertama yang diisolasi dari sumber alaminya, yaitu asparagus. Termasuk asam amino non esensial yang memiliki simbol Asn atau N, dan berhubungan erat dengan asam aspartat.

Asparagin adalah senyawa turunan beta-amido dari asam aspartat. Dalam proses pembentukan asparagin, gugus karboksil dalam asam aspartat digabungkan dengan amonia, reaksi ini terjadi dalam tubuh manusia dengan melibatkan enzim asparagin sintetase.

Fungsi Asparagin

  • Blok pembangun protein.
  • Merupakan prekursor yang diperlukan untuk sintesis DNA, RNA dan ATP.
  • Sumber gugus amino untuk produksi asam amino lain yang dapat dibuang melalui tramaminase.

Alanin

Alanin adalah asam amino non-esensial yang dapat diproduksi oleh tubuh kita, memiliki simbol Ala atau A, dan diproduksi di ginjal dan hati. Asam alanin juga dapat dibuat dengan konversi dari piruvat, laktat, atau propionat. Ini juga merupakan senyawa yang dapat ditemukan di dalam tubuh.

Fungsi Alanin

  • Bertindak sebagai perantara dalam pembentukan glukosa, protein dan lipid.
  • Berperan penting dalam menjaga keseimbangan pH dalam sel.
  • Mmbentuk glukoneogenesis dengan menyumbangkan amonia ke fosfoenolpiruvat.
  • Asam alanin digunakan untuk mengobati hipoglikemia (kadar gula darah rendah).
  • Membantu menghilangkan kelebihan amonia, yang dapat membantu mengurangi kerusakan hati.

Baca Juga : Enzim Yang Mengubah Protein Menjadi Asam Amino

Glisin

Glisin merupakan asam amino paling sederhana, tetapi juga salah satu yang paling penting. Asam amino ini memiliki simbol Gly atau G dan memiliki rumus kimia NH2CH2COOH.

Fungsi Glisin

  • Asam amino ini terlibat dalam pembentukan kolagen dan elastin dalam tubuh (keduanya penting untuk kesehatan kulit), dan membantu mengatur kadar gula darah serta menjaga metabolisme seseorang berfungsi dengan baik.
  • Glisin juga membantu pencernaan dan membantu orang yang menderita maag, sindrom iritasi usus besar atau alergi kronis seperti asma.
  • Salah satu fungsi yang kurang diketahui tentang glisin adalah dapat melindungi sel dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.
  • Glisin dapat menjaga hati dari pengaruh timbunan lemak.
  • Asam amino ini sangat bermanfaat bagi individu yang sering menderita sakit kepala kronis atau migrain.
  • Asam amino ini juga bekerja untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dengan memecah kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan kolesterol HDL (kolesterol baik).
  • Membantu menghilangkan amonia dari darah.
  • Digunakan untuk membantu depresi dan dengan mengonsumsi asam amino ini dapat menurunkan kadar homosistein dalam darah, melindungi Anda dari penyakit kardiovaskular.

Serin

Serin adalah asam amino non-esensial yang memiliki simbol Ser atau S, asam amino ini terbentuk dari asam amino lain yaitu glisin. Senyawa ini sangat penting untuk kesehatan mental dan fisik.

Fungsi serin

  • Asam amino yang berperan penting dalam produksi kolagen, yang penting untuk kesehatan kulit.
  • Membantu mengatur gula darah dan bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh juga (terlibat pada pembentukan urea).
  • Dapat menjaga metabolisme seseorang berfungsi dengan baik dan membantu pencernaan.
  • Membantu dalam menyembuhkan iritasi mata.
  • Mengurangi risiko seseorang terkena hepatitis B.
  • Efektif dalam menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan menurunkan kadar homosistein dalam aliran darah.

Sistein

Sistein adalah asam amino yang mengandung sulfur dan memiliki simbol Cys atau C.

Fungsi Sistein

  • Sistein merupakan asam amino yang dapat berperan sebagai antioksidan.
  • Membantu mengobati gejala skizofrenia (penyakit gangguan mental).
  • Sistein sangat membantu penderita diabetes dan penyakit ginjal karena dapat membantu menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.
  • Menurunkan kadar kolesterol.
  • Sistein membantu dalam produksi antibodi dan membantu melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.
  • Membantu dalam pengobatan sakit maag dan penyakit gusi.
  • Sistein dapat membantu menjaga produksi insulin tetap stabil ketika dikonsumsi oleh orang yang menderita diabetes.
  • Asam amino ini juga membantu mengobati infeksi jamur lidah dan tenggorokan, serta membantu menyembuhkan iritasi mata.
  • Dapat memperlambat proses penuaan, sehingga penting bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun.
  • Sistein juga dapat melindungi hati dari racun tertentu yang mungkin ditemukan dalam obat-obatan atau alkohol.
  • Asam amino ini juga efektif mengurangi risiko seseorang terkena hepatitis B dan penyakit hati dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Tirosin

Tirosin adalah asam amino non-esensial dengan simbol Tyr atau Y, asam amino ini terbuat dari asam amino lain yaitu fenilalanin. Secara khusus, asam amino ini berkaitan erat dengan fungsi sistem saraf, metabolisme, dan pengaturan suasana hati atau mood seseorang, diperlukan untuk fungsi kelenjar tiroid.

Fungsi Tirosin

  • Dapat memproduksi melanin, yaitu suatu pigmen yang sangat mempengaruhi warna rambut dan kulit.
  • Merupakan asam amino yang hampir selalu digunakan dalam proses pembentukan struktur protein dalam tubuh.
  • Membuat dan mengatur hormon, termasuk kelenjar tiroid, adrenal, dan hipofisis.

Fungsi Asam Amino Non Esensial

Asam amino yang berada dalam tubuh akan mengalami proses metabolisme menjadi beberapa keperluan dalam tubuh. Dari penjelasan diatas sudah diuraikan tentang jenis dan fungsi asam amino esensial secara khusus, di bawah ini adalah fungsi asam amino non esensial secara umum :

  1. Asam amino dapat dirubah menjadi glukosa, hal ini berfungsi untuk menjaga stabilitas gula darah dalam tubuh.
  2. Asam amino dapat juga dirubah menjadi senyawa keton (Ketone bodies) sebagai bahan energi alternative.
  3. Sebagai bahan baku pembentuk protein, baik itu struktural maupun fungsional. Contohnya untuk membentuk otot, rambut dan organ tubuh lain.
  4. Dapat mengubah asam amino satu menjadi asam amino yang lain apabila tubuh kekurangan asam amino tertentu dengan catatan asam amino tersebut harus asam amino non esensial.
  5. Dapat dirubah menjadi produk yang lain seperti anti bodi, dopa, serotin, nerepineprin, GABA (Gamma Aminobutyric Acid) dan senyawa-senyawa pengangkut.
  6. Untuk menghasilkan energi.

Baca Juga : 10 Makanan Yang Mengandung Asam Amino

Sumber Asam Amino Non Esensial

Meskipun asam amino non esensial dapat diproduksi dalam tubuh manusia, tetapi asam amino ini dapat juga diperoleh melalui makanan yang kita konsumsi baik itu dari sumber protein hewani ataupun dari protein nabati. Berikut ini penjelasan lengkapnya :

Sumber Asam Glutamat

Makanan hewani yang mengandung asam glutamat diantaranya adalah daging, ikan, unggas, telur, dan berbagai macam produk susu. Sedangkan makanan nabati sebagai sumber asam glutamat terdapat pada sayuran seperti lentil dan kacang-kacangan.

Selain sumber alami yang didapat melalui makanan, asam amino ini juga sering digunakan sebagai aditif untuk meningkatkan rasa produk tertentu. Anda pasti Kenal dengan MSG (Monosodium Glutamat), nah asam glutamat ini sering ditambahkan kedalamnya.

Asam glutamat juga dapat ditemukan sebagai suplemen makanan. Suplemen makanan yang mengandung glutamin, biasanya juga akan mengandung asam glutamat karena kedua senyawa ini memiliki golongan yang sama.

Dosis harian yang direkomendasikan dari suplemen ini dapat bervariasi antara 500 dan 2.000 mg. Untuk mengkonsumsi suplemen asam glutamat ini harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu terutama bagi penderita penyakit hati, ginjal, neurologis.

Sumber Glutamin

Makanan yang kaya akan glutamin adalah : telur, daging sapi, ikan, ayam, produk susu, bayam, gandum, sayuran seperti kacang, bit, kubis, wortel, pepaya, kangkung, seledri, dan makanan fermentasi.

Sumber Prolin

Asam amino ini ditemukan dalam produk susu, daging, dan kedelai. Suplemen prolin biasanya digunakan untuk pemulihan cedera, atau untuk perawatan kulit bersama dengan vitamin C untuk memfasilitasi sintesis kolagen.

Sumber Asam Aspartat

Karena asam aspartat adalah asam amino non-esensial yang dapat diproduksi oleh tubuh, tetapi asam amino ini juga ditemukan dalam susu, daging sapi, tebu, unggas, alpukat, seafood, gula bit, asparagus, kecambah, dan gandum.

Asam amino ini sering dimasukkan ke dalam suplemen makanan dalam bentuk asam aspartat itu sendiri, atau sebagai senyawa garamnya seperti magnesium aspartat. Whey protein adalah salah satu suplemen yang mengandung asam aspartat yang banyak dikonsumsi oleh atlet binaraga sebagai penambah energi.

Sumber Asparagin

Makanan alami sebagai sumber asparagin adalah : ikan, unggas, daging, susu, telur, kacang-kacangan, kentang, makanan laut dan biji-bijian. Aspragin juga banyak ditemukan sebagai suplemen asparagin yang tersedia di pasaran, biasanya berupa bubuk protein yang dicampur dengan suplemen lain.

Suplemen ini aman untuk digunakan asalkan mengikuti dosis yang ditentukan oleh produsen. Namun jika Anda tidak yakin apakah suplemen tersebut aman, maka berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga : Asam Amino Arginin

Sumber Alanin

Makanan yang mengandung kadar alanin yang tinggi tidak boleh dimasak atau direndam terlalu lama. Arginin banyak ditemukan dalam daging sapi (sekitar 3,9 g per 100g) dan ikan (sekitar 2,6 g per 100g). Selain itu banyak ditemukan juga pada jamur putih kering (sekitar 1,9 g per 100g), biji bunga matahari (sekitar 1,8 g per 100 g), gandum (sekitar 1,8 g per 100g), kedelai (sekitar 1,7 g per 100g) dan peterseli (sekitar 1,5 g per 100g).

Sumber Glisin

Makanan yang banyak mengandung glisin adalah : daging merah, biji wijen, biji labu, ayam, kacang tanah, ikan salmon.

Sumber Serin

Senyawa ini banyak ditemukan dalam kedelai, kacang tanah, kacang almond, buncis, telur, ikan, lentil, daging, kerang dan ikan.

Sumber Sistein

Sistein banyak ditemukan pada hewan atau tumbuhan, sumber hewani: susu, telur, keju, yogurt, bebek, ayam, kalkun, daging. Sumber nabati : brokoli, paprika merah, bawang putih, bawang bombay, kubis, bibit gandum.

Sumber Tirosin

Makanan yang banyak mengandung tirosin adalah ayam, ikan, kalkun, susu, almond, pisang, yogurt, alpukat dan beberapa produk kedelai.

Tirosin juga tersedia dalam kapsul dan suplemen bubuk, seseorang yang akan mengkonsumsi suplemen tirosin dianjurkan untuk mengkonsumsinya pada waktu akan tidur. Ini akan membantu meningkatkan penyerapan.

Sumber Referensi :

  1. Amino Acid Chemical Compound – Britannica
  2. Amino acid – Wikipedia
  3. Essential Amino Acids: Definition, Benefits and Food Sources – Healthline

Tinggalkan komentar