5 Perbedaan Asam Amino Esensial dan Non Esensial

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara detail perbedaan antara asam amino esensial dan non esensial. Asam amino adalah senyawa organik sebagai unit pembangun protein dan memainkan peran sentral sebagai zat perantara dalam metabolisme.

Dalam sistem pencernaan kita, asam amino ini dapat bertindak sebagai enzim yang akan mempercepat reaksi biokimia dalam tubuh. Asam amino akan menghasilkan protein yang membantu dalam memecah makanan, membantu proses pertumbuhan, memperbaiki jaringan tubuh dan melakukan berbagai fungsi tubuh.

Berdasarkan kemampuan tubuh dalam mensintesisnya, maka asam amino ini secara umum dibagi menjadi 2 jenis yaitu asam amino esensial dan non esensial. Esensial artinya tidak dapat disintesis dalam tubuh, sedangkan non esensial artinya dapat disintesis dalam tubuh. Untuk lebih memahaminya, kimia-science7 akan menjelaskannya kepada anda.

Klasifikasi Asam Amino

Sebetulnya ada ratusan asam amino yang ditemukan di alam, tetapi hanya sekitar 20 asam amino yang dibutuhkan untuk membuat semua protein yang ditemukan dalam tubuh manusia. Penelitian terbaru menemukan asam amino ke-21, namanya selenosistein. Asam amino ini dapat dimasukkan ke dalam rantai protein yang digunakan untuk sintesis protein dalam tubuh manusia.

Kemudian ditemukan juga asam amino pirolisin, ini adalah asam amino yang ke-22. Tetapi pirolisin tidak dapat digunakan dalam sintesis protein. Secara detail, asam amino dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu asam amino esensial, asam amino nonesensial, dan asam amino bersyarat/kondisional.

Asam Amino Esensial

Asam Amino Esensial: Asam amino yang tidak dapat disintesis atau diproduksi sendiri oleh tubuh, diperoleh dari suplemen makanan. Karena tubuh manusia tidak memiliki jalur metabolisme yang diperlukan untuk mensintesis asam amino ini.

Ada 9 asam amino esensial yang meliputi : fenilalanin, valin, leusin, histidin, isoleusin, treonin, lisin, metionin, dan triptofan.

Asam Amino Non-esensial

Asam Amino Non-esensial: Asam amino yang dapat diproduksi atau disintesis sendiri oleh tubuh kita, tidak perlu suplemen makanan. Tanpa asam amino ini, tubuh kita akan sangat kesulitan untuk membuat protein yang dibutuhkan untuk perbaikan, pertumbuhan dan pemeliharaan sel.

Dari total 20 asam amino yang umum, ada 11 asam amino nonesensial yang terdiri dari : serin, glutamin, arginin, alanin, asparagin, asam aspartat, asam glutamat, sistein, prolin, glisin dan tirosin.

Asam Amino Bersyarat/Kondisional

Asam Amino Bersyarat/Kondisional: Asam amino yang tidak dapat disintesis atau dibuat oleh tubuh dikarenakan sakit, cidera, luka atau kurangnya prekursor.

Contohnya :

  • Pada saat bayi yang terlahir prematur, dia tidak bisa memproduksi asam amino arginin.
  • Asam amino arginin dan histidin tidak dapat disintesis oleh tubuh dalam jumlah yang cukup selama periode pertumbuhan fisiologis tertentu, seperti kehamilan, pemulihan dari trauma, pertumbuhan remaja, dan sebagainya.
  • Anak kecil tidak dapat mensintesis asam amino tirosin dari fenilalanin karena belum mampu mengembangkan enzim yang diperlukan untuk melakukan sintesis ini.

Yang termasuk asam amino bersyarat adalah : tirosin, glisin, sistein, ornitin, arginin, glutamin, serin dan prolin.

Baca Juga : Asam Amino Arginin : Pengertian, Struktur, Sifat, Sintesis, Kegunaan, Sumber

perbedaan asam amino esensial dan non esensial
Perbedaan Asam Amino Esensial dan Non Esensial

Apa perbedaan antara asam amino esensial dan non esensial?

Ada banyak point untuk membedakan asam amino esensial dan asam amino non esensial mulai dari definisi, jumlah, sumber, fungsi dan kekurangannya.

Perbedaan Asam Amino Esensial dan Non Esensial Berdasarkan Definisi

  • Asam amino esensial adalah asam amino yang harus diperoleh melalui suatu makanan atau suplemen makanan, karena tidak dapat diproduksi oleh tubuh melalui proses metabolisme.
  • Asam amino nonesensial adalah asam amino yang tidak perlu dikonsumsi melalui makanan, karena dapat diproduksi sendiri oleh tubuh melalui proses metabolisme.

Perbedaan Asam Amino Esensial dan Non Esensial Berdasarkan Jumlahnya

  • Jumlah asam amino esensial ada 9 asam amino dari 20 asam amino yang dianggap penting, yaitu Leusin, metionin, isoleusin, fenilalanin, histidin, lisin, triptofan, treonin dan valin.
  • Jumlah asam amino non esensial ada 11 asam amino dari 20 asam amino yang kita kenal, yaitu : Arginin, asam aspartat, alanin, sistein, asparagin, glutamin, prolin, asam glutamat, serin, glisin dan tirosin.

Perbedaan Asam Amino Esensial dan Non Esensial Berdasarkan Sumbernya

  • Sumber asam amino esensial diperoleh melalui makanan yang mengandung protein nabati atau protein hewani, seperti : telor, ayam, ikan, kedelai, susu, tahu, keju, yogurt, daging dan sebagainya.
  • Sumber asam amino non esensial diperoleh dari metabolisme biokimia yang terjadi dalam tubuh atau dari asam amino atau komponen lain.

Contohnya adalah :

  1. Prolin dibuat dari glutamat.
  2. Glisin dapat dibuat dengan menghilangkan atom karbon dari serin.
  3. Sistein juga dapat dibuat dari metionin.
  4. Glutamat dibuat dari alfa-ketoglutarat melalui transaminasi.
  5. Alanin dibuat dari piruvat melalui transaminasi.
  6. Serin dibuat dari 3-fosfogliserat.
  7. Aspartat dibuat dari oksaloasetat melalui transaminasi.
  8. Glutamin dibuat dengan menambahkan gugus amino ke rantai samping glutamat.
  9. Asparagin dibuat dari aspartat melalui sintase asparagin menggunakan glutamin dan ATP.
  10. Tirosin dibuat dari fenilalanin.

Baca Juga : Enzim Yang Mengubah Protein Menjadi Asam Amino

Perbedaan Asam Amino Esensial dan Non Esensial Berdasarkan Fungsinya

  • Asam amino esensial berfungsi untuk membangun dan memperbaiki jaringan otot, memproduksi energi, untuk pertumbuhan jaringan, dapat membentuk molekul prekursor yang digunakan untuk neurotransmiter di otak, penyerapan nutrisi, untuk kekebalan tubuh.
  • Asam amino non esensial berfungsi untuk menghilangkan racun di tubuh, mensintesis sel darah merah dan sel darah putih, untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan, meningkatkan fungsi otak dan dalam tubuh kita dan mensintesis hormon.

Perbedaan Asam Amino Esensial dan Non Esensial Berdasarkan Kekurangannya

  • Kekurangan asam amino esensial adalah asam amino ini harus didapatkan melalui makanan tertentu. Untuk keluarga dengan ekonomi tinggi tidak menjadi masalah, tetapi kalau untuk keluarga dengan tingkat ekonomi menengah kebawah akan menjadi masalah karena tidak semuanya mampu beli sehingga mengakibatkan kekurangan gizi.
  • Kekurangan asam amino non esensial adalah walaupun asam amino ini dapat diproduksi oleh tubuh manusia, tetapi dalam keadaan mengindap penyakit tertentu, luka atau cidera seseorang tidak bisa memproduksi sendiri dalam tubuhnya.

Sumber referensi : Lehninger Principles of Biochemistry

Baca Juga : 10 Makanan Yang Mengandung Asam Amino

Tinggalkan komentar